Tangis Lirih Sang Ibu Selimuti RS Bhayangkara atas Kepergian Putera Tercinta Bripda Natanael Simanungkalit

Avatar photo
Ket Foto : Dalam Keheningan memunggu di depan Ruang Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda Kepri, sang Ibu sontak tangisi putera tercinta | dok.Non/ArsipBI

Bataminfo.co.id, Batam – Suasana duka tepat di depan Ruangan Instalasi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Riau (KEPRI), tangis pecah tampak dari wajah seorang wanita yang diketahui merupakan Ibu kandung dari Bripda Natanael Simanungkalit. Selasa, (14/4/26).

Saat suasana terlihat hening, menunggu hasil perkembangan dari pihak RS Bhayangkara, suara lirih dari sang Ibu justru menyita perhatian semua kerabat serta awak media yang berada di sekitar Rumah Sakit yang sontak terdiam sepi.

Menangis dengan suara yang terisak-isak, sang ibu terus memanggil-manggil nama puteranya yang merupakan seorang Bintara Samapta angkatan 2025 dengan pangkat Bripda.

Sejak pagi tadi hingga saat ini, keluarga serta kerabat korban terus berdatangan untuk menunggu hasil penanganan kasus tersebut oleh pihak forensik, atas tewasnya Natanael.

Prajurit muda kelahiran Batam ini diketahui merupakan putra kedua dari pasangan Royamser Simanungkalit dan Rosdewi Br Napitupulu.

“Dia (Natanael) itu anak kedua. Di atas dia ada abangnya (saudara laki-laki) lagi. Dia punya adik dua cewek,” ungkap salah satu kerabat kepada Tim Bataminfo.

Berdasarkan informasi sementara yang berhasil dihimpun oleh Redaksi Media Bataminfo, Bripda Natanael diduga meninggal dunia akibat mendapatkan kekerasan oleh oknum senior di Jajaran Polda Kepulauan Riau (KEPRI).

Usai menerima kabar duka sejak pagi tadi, pihak keluarga langsung menuju rumah sakit sekitar pukul 05.00 WIB.

Kendati begitu, setibanya di lokasi, mereka mengaku cukup lama menunggu untuk mendapatkan kejelasan terkait peristiwa yang menimpa Bripda Natanael.

Pihak keluarga melalui Kuasa Hukum menegaskan serta mendesak agar seluruh fakta dibuka secara transparan kepada publik.

“Kami sudah datang pagi, tapi sempat menunggu lama. Harapan kami, kasus ini harus dibuka seterang-terangnya. Tidak ditutup-tutupi,” tegas Sudirman selaku kuasa hukum keluarga korban kepada awak media di RS Bhayangkara Polda Kepri.

Hingga saat ini, pihak keluarga masih menunggu dan menanti penjelasan resmi dari pihak aparat terkait kronologi lengkap kejadian yang dialami oleh Natanel.

Dari informasi yang disampaikan oleh keluarga korban, insiden yang berujung pada meninggalnya Bripda Natanael ini diduga bermula dari adanya aktivitas bermain sepak bola antara junior dan senior di lingkungan barak.

Diduga sempat terjadi pemukulan oleh sang senior terhadap korban usai pertandingan berakhir.

Korban diduga menjadi sasaran kekerasan oleh oknum senior yang disebut-sebut berjumlah sekitar tujuh orang.

Dugaan tersebut diperkuat dengan kondisi jenazah yang ditemukan memiliki luka lebam pada beberapa bagian tubuh, terutama pada bagian punggung.

Pihak keluarga juga meminta agar pelaku yang terbukti bersalah dapat diberikan sanksi setimpal dengan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih menunggu keterangan resmi dari aparat terkait penyebab pasti kematian Bripda Natanael.

Sementara itu, terpantau di Halaman RS Bhayangkara Polda Kepri, saat ini tak hanya pihak keluarga yang terus berdatangan, namun juga keluarga besar Persatuan Batak Bersatu (PBB) juga tampak hadir.