Bataminfo.co.id, Batam – Kepala Dinas Kesehatan (KADINKES) Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi angkat suara terkait pelayanan oknum Dokter di Kimia Farma Sekupang, Kota Batam yang sempat viral di media soaial (MEDSOS) baru-baru ini.
Saat dikonfirmasi oleh Tim Redaksi Bataminfo, Didi mengungkapkan bahwa terkait persoalan ini, pihaknya pun telah mendatangi Klinik di Kimia Farma (KF) tersebut.
Tak hanya itu, Ia juga menyebut, sudah ada silaturahmi antara pihak Klinik dan keluarga pasien.
Pasalnya, dalam video yang viral di media sosial baru-baru ini menampakkan seorang ibu yang tengah menggendong anak perempuannya, yang tampak lemas di ruang tunggu Klinik tersebut.
Sementara, sosok pria yang diduga merupakan perekam video itu terdengar panik dan berulang kali menegaskan kepada pihak klinik bahwa kondisi anak tersebut membutuhkan pertolongan medis dan harus segera ditangani.
“Dinkes sudah turun ke klinik untuk binwas. Pertemuan dengan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) via zoom juga sudah di lakukan. Pihak klinik dan keluarga juga sudah silaturahmi,” terangnya.
Didi juga mengatakan, tidak ada permasalahan mengenai administrasi. Meski begitu, ia menyebut adanya dugaan pelanggaran etika sehingga pihak MKEK turut hadir melalui zoom.
“Secara administratif tidak ada permasalahan. Izin klinik hidup, SIP Dokter dan Naked ada. Mungkin secara etika saja kemungkinan ada pelanggaran. Makanya MKEK ikut hadir,” ujarnya.
Sementara itu mengenai sanksi khusus terhadap pihak yang terlibat atas adanya peristiwa ini, dr Didi mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan dari pihak MKEK.
Selanjutnya, ia menambahkan, pihak Klinik Kimia Farma tersebut telah bersilaturahmi dengan pihak keluarga pasien.
“Kita tunggu keputusan MKEK. Secara kelembagaan, dari KF (Kimia Farma) juga sudah silaturahmi dengan keluarga pasien,” pungkasnya.












