‎‎Giat Disnaker dan Transmigrasi Kepri di The BCC Hotel, Kop Surat dan Nama Direktur PT Bataminfo Media Utama Dipalsukan

Avatar photo



‎Bataminfo.co.id, Batam – Direktorat Bina Sistem Pengawasan  Ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan melalui  Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Kepulauan Riau mengadakan kegiatan Diseminasi Peran Kader Norma Ketenagakerjaan bagi Perusahaan di The BCC Hotel & Residence Batam, Kamis (18/09/2025).


‎Acara yang dihadiri 40 Perusahaan terlampir ini digelar dari pukul 07.30 hingga 15.30 PM. Dalam kegiatan tersebut nama PT Bataminfo Media Utama diundang sebagai peserta bergabung dengan perusahaan yang berkembang di bidang manufaktur.


‎Meski tidak ada undangan langsung  yang datang ke perusahaan by email maupun via WhatsApp, pihak perwakilan perusahaan Bataminfo tetap mendatangi acara tersebut setelah melakukan registrasi di link sehari sebelum acara.


‎Namun sayangnya acara yang seharusnya diseminasi para peserta malah membuat kesalahan dalam proses pendaftaran adminstrasi peserta.


‎Dinas Tenaga Kerja Kepri dalam giat tersebut malah menerima perwakilan perusahaan yang bukan karyawan dari PT Bataminfo Media Utama.


‎Perwakilan Bataminfo menyebut perusahaan hanya menugaskan 1 perwakilan dari perusahaan namun pada kenyataannya ada dua nama yang terdaftar atas nama PT Bataminfo Media Utama dengan membawa surat tugas palsu.


‎Saat pihak Bataminfo mencoba menjelaskan ke pihak panitia, panitia menjelaskan tidak apa-apa dan tetap memasukkan peserta yang bukan perwakilan asli dari perusahaan.


‎”Iya gak apa-apa itu cuma salah tulis,” ujar panitia wanita yang mengenakan jilbab coklat di meja registrasi.


‎Bahka pada saat proses administrasi, pihak disnaker tetap memasukkan nama orang lain atas nama bataminfo untuk mendapatkan uang transport.


‎”Saya sudah bilang kalau dari Bataminfo cuma saya sendiri tidak ada nama lain, tapi kata panitia tidak apa-apa keduanya kami masukkan Bataminfo, loh mana bisa gitu saya bilang, kenapa sekelas disnaker tidak mengecek keaslian karyawan id card, surat tugas asli, alamat perusahaan bahkan menerima registrasi link 2 nama, gak sesuai aturan, itu bukan karyawan kami tapi Panitia bersikeras mau memberikan uang transportasi,” ujar perwakilan Bataminfo.


‎Dari pernyataan tersebut timbul dugaan memanipulasi data dan kecurigaan adanya permainan dari undangan perusahaan yang tidak diterima pihak Bataminfo namun mendaftarkan nama pihak lain.


‎”Makanya saya curiga dari awal, kenapa perusahaan media diundang kesini bersamaan dengan manufakturing, undangannya kami perusahaan tidak terima, tapi orang lain yang bukan dari perusahaan bisa terima dan ada surat tugas palsu, stempel serta tanda tangan palsu pimpinan kami. Dan yang kami sayangkan pihak panitia bukannya mengecek keaslian peserta malah menerima ada penyusup,” ungkap Perwakilan Bataminfo.


‎Sementara itu Kadisnaker dan Transmigrasi Kepri, Diky Wijaya saat dikonfirmasi mengatakan akan segera melakukan pengecekan.


‎”Terima kasih masukannya, saya akan lakukan pengecekan, ini uang negara jadi memang tidak boleh sembarang kita mengeluarkan nya,” pungkas Diky.



‎Saat ini PT Bataminfo Media Utama akan mengambil langkah hukum terkait surat tugas palsu karena memalsukan nama pimpinan dan tanda tangan serta stempel perusahaan yang digunakan untuk keuntungan pribadi.