Bataminfo.co.id,Batam — Berkedok sebagai lokasi gelanggang permainan (Gelper) keluarga yang ramah anak, sejumlah pusat hiburan di Kota Batam diduga kuat menjadi sarang praktik perjudian terselubung.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, aktivitas ini tidak hanya melibatkan orang dewasa, tetapi sudah merambah dan merusak mental generasi penerus bangsa, termasuk anak-anak di bawah umur. Minggu (5/7/26)
Praktik ilegal ini secara terang-terangan beroperasi di beberapa titik pusat perbelanjaan ternama, di antaranya Hokki Bear BCS Mall, One Batam Mall, dan Top 100 Tembesi. Anak-anak yang seharusnya fokus mengeyam pendidikan terlihat asyik mengadu nasib di depan mesin-mesin ketangkasan yang disediakan.
Modus Cerdik: Koin, Tiket, Rokok, hingga Jadi Uang Tunai
Sistem permainan yang diterapkan di lokasi-lokasi tersebut terbilang unik sekaligus licik untuk mengelabui aparat hukum. Modus operandi pengondisian hadiah dilakukan melalui beberapa tahapan terstruktur:
1. Pembelian Koin: Pengunjung atau pemain membeli koin di kasir untuk dapat menghidupkan dan memainkan mesin.
2. Penukaran Tiket: Jika menang bermain, mesin akan mengeluarkan tiket dalam jumlah tertentu.
3. Komoditas Rokok: Tiket tersebut kemudian ditukarkan di area kasir dengan slop atau bungkus rokok, bukan uang tunai secara langsung.
4. Transaksi Uang Tunai (Underground): Rokok-rokok hasil kemenangan tersebut nantinya dibawa ke lokasi tertentu di luar gerai untuk ditukarkan kembali menjadi sejumlah uang tunai.
Mirisnya, penelusuran di Hokki Bear BCS Mall mengungkap alur yang sangat vulgar. Proses penukaran rokok menjadi uang tunai dilakukan di Babaturan Resto, sebuah tempat yang terletak tepat di samping kiri pintu masuk Hokki Bear.
Di lokasi ini, pemandangan memilukan terlihat jelas saat anak-anak di bawah umur ikut mengantre sambil menenteng kantong plastik berisi penuh rokok untuk ditukarkan dengan lembaran uang.
Jeritan Hati Masyarakat: “Sangat Miris Melihatnya”
Kondisi ini memicu keresahan mendalam bagi warga sekitar dan pengunjung mall lainnya. Seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan, menyatakan rasa prihatin yang luar biasa saat menyaksikan anak-anak terperosok ke dalam lingkaran setan perjudian ini.
“Sangat miris melihat pemandangan itu. Anak-anak yang masih kecil, memegang kantong plastik isi rokok hasil menang main mesin, lalu mengatrenya jadi uang. Mau jadi apa mental generasi penerus bangsa kita kalau sejak dini sudah diajarkan mencari uang lewat cara mengadu nasib di mesin judi?” cetusnya dengan nada bergetar.
Masyarakat Desak Polda Kepri Turun Tangan
Keberadaan gelper beraroma judi yang menyasar anak-anak ini dinilai sudah sangat darurat dan menantang hukum secara terbuka. Jika dibiarkan, masa depan generasi muda di Kepulauan Riau, khususnya Batam, berada di ambang kehancuran moral.
Masyarakat luas kini mendesak Polda Kepulauan Riau (Kepri) bersama instansi terkait untuk segera mengambil tindakan tegas. Aparat penegak hukum diminta tidak menutup mata dan segera melakukan penggerebekan, menyegel lokasi, serta memproses hukum para pengusaha yang dengan sengaja mengeksploitasi anak-anak dalam praktik perjudian terselubung ini. Selamatkan generasi penerus bangsa sebelum terlambat!












