Batam  

Kabid P2 Bea Cukai Batam Bantah Isu Terkait Perjalanan ke Luar Negeri: Anak Saya Bekerja  dan  Tinggal di Singapura

Avatar photo
Ket foto :Kabid P2 Bea Cukai Batam Muhtadi

Bataminfo.co.id, Batam – Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (Kabid P2) Bea Cukai Batam, Muhtadi, angkat bicara menanggapi sorotan publik terkait frekuensi perjalanan luar negeri yang dilakukannya dalam beberapa waktu terakhir.

Sorotan tersebut mencuat seiring beredarnya informasi yang menilai perjalanan ke Singapura dan Malaysia sebagai bentuk pemborosan atau penghamburan uang negara.

Menanggapi tudingan tersebut, Muhtadi menegaskan bahwa anggapan itu tidak benar dan tidak berdasar.

Dalam wawancara bersama wartawan Bataminfo.co.id, Muhtadi menjelaskan bahwa perjalanan ke luar negeri dilakukan semata-mata untuk kepentingan pekerjaan.

Menurutnya, koordinasi lintas negara merupakan bagian tak terpisahkan dari tugas Bea Cukai Batam, terutama dalam upaya penindakan dan pengawasan terhadap tindak pidana kepabeanan dan narkotika.

 

“Kalau ke luar negeri itu konteksnya bekerja. Koordinasi lintas negara memang menjadi bagian dari tugas kami,” ujar Muhtadi.

 

Ia juga mengakui bahwa di luar urusan pekerjaan, terdapat urusan keluarga yang kerap disalahpahami publik. Muhtadi menyebutkan bahwa anaknya tinggal  hingga bekerja di Singapura sejak tahun 2019, sehingga sesekali ia menyempatkan diri untuk menjenguk anaknya di luar jam kerja.

 

“Anak saya tinggal di Singapura sejak 2019 hingga bekerja di sana sampai saat ini . Jadi kalau saya ke sana, biasanya sekalian menjenguk anak. Tapi itu dilakukan di luar jam dinas, seperti Jumat sore, Sabtu, atau Minggu,” jelasnya.

 

Muhtadi membantah anggapan bahwa dirinya rutin bepergian ke luar negeri menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi. Ia menegaskan, perjalanan dinas tetap mengikuti prosedur dan penugasan resmi, sementara urusan keluarga dilakukan secara terpisah dan tidak menggunakan anggaran negara.

 

Terkait frekuensi perjalanan, Muhtadi meluruskan informasi yang menyebutkan dirinya telah puluhan kali ke luar negeri sejak 2019. Ia menegaskan bahwa intensitas perjalanan baru meningkat sejak tahun 2024, seiring penugasannya di Batam dan meningkatnya kebutuhan koordinasi lintas instansi.

 

“Kalau dibilang sejak 2019 sampai 2022 sudah puluhan kali, itu tidak benar. Yang mulai rutin itu sejak 2024, sejak saya bertugas di Batam,” tegasnya.

 

Selain koordinasi internasional, Muhtadi juga kerap mendapat penugasan ke Jakarta untuk agenda nasional, termasuk operasi bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), khususnya dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.

“Banyak penugasan yang memang harus dilakukan, baik ke Jakarta maupun koordinasi lintas negara, terutama dalam operasi narkotika,” tutup Muhtadi.

Dengan klarifikasi tersebut, Muhtadi berharap publik dapat memahami konteks sebenarnya dan tidak lagi menilai secara sepihak tanpa melihat tugas dan tanggung jawab yang melekat pada jabatannya.

 

(Budi)