Tidak Ada TPS, Gunungan Sampah di Tepi Jalan Jodoh Batam Semakin Meresahkan

Avatar photo

Bataminfo.co.id, Batam – Lagi-lagi, tumpukan sampah yang sudah membusuk dan berserakan di tepi jalan menjadi pemandangan tak biasa bagi masyarakat, terutama para pengendara yang melintas.

Kali ini, tumpukan sampah tersebut tampak berserakan di sepanjang jalan di lahan yang akan dibangun Pasar Induk oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, yang berlokasi di Sei Jodoh, Kota Batam, Provinsi Kepri.

Batam memang dikenal salah satu Kota yang indah. Namun siapa sangka, dibalik keindahannya, persoalan sampah hingga kini masih menjadi atensi publik.

Seorang warga yang berada di sekitar lokasi tersebut, kepada Media Bataminfo, dirinya mengatakan bahwa, sampah dengan beragam jenis itu sudah cukup lama menumpuk di lahan tersebut, bahkan berserakan hingga ke jalan raya yang tak hanya merusak pemandangan, namun juga menimbulkan bauh busuk.

Kata dia, sampah-sampah itu bukan saja sampah rumah tangga, namun didominasi sampah dari Pasar yang berada di Wilayah Jodoh.

Kata dia, tumpukan sampah tersebut sebelumnya sudah pernah diangkut oleh Dinas terkait, namun kembali ditumpukkan lagi di lokasi yang sama. Meski begitu, kali ini tumpukan sampah tersebut telah cukup lama belum diangkut.

“Ini udah lama nih. Dulu udah pernah diangkut sampahnya ini. Tapi nggak tahu ada lagi. Ini kebanyakan sampah dari pasar. Bukan disini aja (di lahan Pasar Induk), itu di jalan pas putar balik pun ada tumpukan sampah yang udah berserak disitu, udah bauh pula,” kata dia pada Selasa, (22/7/2025).

Keberadaan sampah yang tidak dikelola dengan baik itu, dinilai tidak hanya merusak nilai estetika kota Batam, melainkan dapat mengganggu aktivitas di Pasar serta pengendara yang melewati jalur tersebut.

Selain itu, dengan adanya sampah yang dibiarkan hingga membusuk itu juga berpotensi besar mendatangkan penyakit bagi warga sekitar.

Warga berharap, pengangkutan sampah di Pasar Induk Jodoh dapat dilakukan lebih sering, bukan hanya seminggu sekali.

Menurutnya, penting untuk disediakan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang memadai dan mudah diakses oleh pedagang dan pengunjung pasar, agar sampah tak berserak hingga ke jalan raya.

“Iya, ini kan kebanyakn sampah dari Pasar. Sebenarnya ini tentang kesadaran diri juga untuk tak buang sampah tidak pada tempatnya. Kalau begitu, Pemerintah juga sediakan tempat khusus untuk sampah pasar jadi orang juga nggak ngebuang terus di sini. Karena kalaupun diangkut dan udah bersih, nanti ada lagi uang buang. Nah, yang lain ikut lagi. Gitu-gitu terus, tak selesai,” ungkap warga lainnya yang juga merupakan pedagang sekitar.

Selain itu, menurut warga, perlu adanya upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya.