Bataminfo.co.id, Batam – Unggahan foto penataan pot tanaman bougenville di sejumlah ruas jalan protokol oleh Humas BP Batam memicu kontroversi. Netizen di Kota Batam melayangkan protes keras setelah menemukan ketidaksesuaian antara foto yang dirilis dengan kondisi riil di lapangan.
Warga menuding foto tersebut hanyalah hasil rekayasa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI). Pasalnya, dalam foto yang beredar, tanaman bougenville tampak mekar dan tertata rapi, namun pantauan warga di lokasi seperti Bundaran Punggur hingga area kantor BP Batam menunjukkan pemandangan yang berbeda: pot-pot tersebut masih kosong tanpa tanaman.
Suara Netizen: “Canggih Sekali AI-nya”
Kekecewaan warga tumpah di kolom komentar media sosial. Banyak yang menilai langkah Humas BP Batam merilis foto tersebut sebagai bentuk pembohongan publik. Berikut adalah beberapa komentar yang viral:
”Ekspektasi vs Realita: Di postingan udah estetik, pas lewat tadi sore cuma liat pot semen doang.”
Keberadaan Tanaman Netizen menuduh foto yang beredar adalah hasil AI karena di lokasi hanya terlihat pot kosong tanpa bunga.
BP Batam mengakui tanaman memang belum ada karena masih dalam proses pengiriman dari Pulau Jawa.
Warga merasa tertipu dengan visual tanaman yang sudah rimbun di media sosial namun tidak sesuai fakta. BP Batam menyatakan penempatan pot adalah langkah memperkuat estetika, namun saat ini sedang tahap penyesuaian (adjustment).
Anggota Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, menegaskan biaya berasal dari dana CSR, bukan APBN/BP Batam.
Netizen mengkritik posisi pot yang terlalu dekat ke aspal dan membahayakan pengendara. Ariastuty memastikan posisi pot akan dijauhkan kurang lebih 5 meter dari bahu jalan demi keamanan darurat.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Ariastuty Sirait menjelaskan bahwa penataan ini adalah bagian dari program estetika kota melalui skema CSR agar tidak membebani keuangan negara. Ia juga secara tersirat menjawab alasan mengapa tanaman belum terlihat seperti di publikasi.
“Terima kasih atas seluruh masukan masyarakat. Peletakan pot akan dilakukan pengaturan ulang (adjustment) sembari menunggu tanaman yang saat ini dalam proses pengiriman dari Pulau Jawa,” pungkasnya.
Meski telah memberikan klarifikasi, publik tetap menyayangkan penggunaan visual yang dianggap tidak akurat dan menuntut transparansi lebih dalam setiap publikasi progres pembangunan kota.











