PT Hang Fung Metal Batam Disorot: Diduga Pekerjakan TKA Visa Turis hingga Olah Limbah PCB Ilegal

Avatar photo
Ket Foto : Lokasi PT Hang Fung Metal Indonesia | ArsipBI

Bataminfo.co.id, Batam – PT Hang Fung Metal Indonesia yang berada di Jalan Raya Pelabuhan Kabil, Nongsa, Batam tepatnya di dekat Kantor Pemeriksaan Imigrasi Kabil diketahui mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina.

PT Hang Fung Metal Indonesia yang berada di Kabil, Nongsa Batam ini bergerak di bidang pembakaran dan peleburan limbah elektronik Printed Circuit Board (PCB).

Saat tim investigasi mendatangi perusahaan tersebut, pekerja PT Hang Fung Metal Indonesia Kabil membenarkan bahwa ada ratusan pekerja di perusahaan itu, baik dari lokal maupun TKA asal Cina.

Dari sumber media ini menyebut bahwa, TKA Cina di PT Hang Fung Metal Indonesia Kabil ini berada pada posisi khusus di bagian office. Sebagiannya lagi diketahui merupakan pekerja kasar untuk proses pembakaran limbah elektronik PCB.

“Pekerja di sini TKA Cina yang di office. Dan pekerja lainnya baru lokal,” ungkap salah seorang pekerja kepada tim investigasi ini, pada Sabtu, (18/4/26).

Terlihat juga ada tumpukan kantong jumbang bag, yang berisi limbah elektronik PCB yang akan dibakar dan dilebur oleh perusahaan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, hasil pembakaran dan peleburan limbah elektronik PCB tersebut, akan dikirim oleh pihak PT Hang Fung Metal Indonesia akan ke Negara Cina.

“Iya benar ini perusahaan yang bergerak di bidang pembakaran dan peleburan barang elektronik,” kata salah seorang pekerja PT Hang Fung Metal Indonesia Kabil, kepada tim investigasi media ini.

Hasil peleburan limbah elektronik PCB tersebut nantinya di kirim ke Negara Cina, sementara limbahnya hasil dari impor.

“Limbahnya dari luar, dan di perusahaan ini hanya tempat pembakarannya saja,” tegasnya.

Dari hasil penelusuruan Tim, sebagian besar pekerja yang merupakan TKA China itu diduga menggunakan visa wisatawan.

Hal ini juga diungkapkan oleh sumber lain dari Tim media ini. Diketahui, para TKA PT Hang Fung Metal ini tinggal di Rusun BPJS Kabil, Batam.

Dari keterangan sumber, pihak perusahan juga tak memfasilitasi alat perlindungan diri (APD) di lingkungan kerja yang semesti.

“TKA nya itu kayaknya pakai visa wisatawan itu. Mereka tinggal di Rusun BPJS Kabil, dekat PT itu. Terus, mereka juga nggak ada APD untuk kerja itu,” ungkap dia.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi dari pihak perusahaan tersebut. Sementara, aktivitas di PT tersebut masih normal beroperasi.