Pastikan Komunikasi Operasi Tetap Optimal, SAR Natuna Uji Repeater di Gunung Ranai

Avatar photo
Arsip Bataminfo.is

Bataminfo.co.id,Natuna – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Apdul Rahman menyampaikan Pagi itu, kabut tipis masih setia menyelimuti lereng Gunung Ranai. Jalur pendakian yang menanjak dan berliku tak menyurutkan langkah para personel SAR. Di balik rimbun pepohonan dan udara yang lembap, mereka membawa satu misi penting,memastikan bahwa komunikasi, urat nadi setiap operasi penyelamatan, tetap hidup tanpa jeda.

“Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna melaksanakan pengecekan sekaligus uji fungsi repeater di salah satu titik strategis di Gunung Ranai. Perangkat ini bukan sekadar alat, melainkan penghubung vital antara tim di lapangan dengan pos komando, terutama saat waktu menjadi penentu antara keselamatan dan risiko,”Jelas Abdul Rahman saptu 18 April 2026.

Kegiatan berlangsung lancar, Tak ada hambatan berarti, hanya tantangan alam yang sudah menjadi bagian dari keseharian tugas mereka. Dalam pelaksanaannya, personel SAR tidak sendiri. Dukungan datang dari Peleton Komunikasi Batalyon Komposit 1/Gardapati, menghadirkan potret sinergi yang nyata antara instansi dalam menjaga kesiapsiagaan di wilayah Natuna.

Bagi Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, keberfungsian repeater di Gunung Ranai membawa arti yang jauh lebih besar dari sekadar keberhasilan teknis. Di balik perangkat itu, tersimpan jaminan bahwa setiap instruksi dapat tersampaikan, setiap laporan dapat diterima, dan setiap pergerakan tim dapat terkoordinasi dengan baik.

“Perangkat ini adalah tulang punggung komunikasi kami di lapangan,” ujarnya.

Dengan jaringan yang optimal, koordinasi antara SRU, posko, dan petugas siaga akan semakin solid.

Apdul Rahman juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam pelaksanaan tugas kemanusiaan. Menurutnya, semangat kerja sama seperti yang terjalin bersama personel TNI menjadi kekuatan utama dalam memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pencarian dan Pertolongan yang bersifat terpadu.

“Lebih dari itu, keberadaan repeater di titik ketinggian seperti Gunung Ranai membuka cakupan komunikasi yang lebih luas dan stabil. Kondisi ini memungkinkan setiap tim bergerak dengan arah yang jelas, sekaligus meningkatkan keselamatan personel di lapangan,”ucapnya.

Kata Apdul Rahman Menjelang siang, setelah seluruh rangkaian pengujian selesai dilakukan, para personel kembali turun dengan langkah yang sama mantapnya. Tak ada sorotan berlebihan, hanya kepastian bahwa satu elemen penting dalam sistem penyelamatan telah dipastikan bekerja sebagaimana mestinya.

“Di tempat seperti Gunung Ranai, jauh dari hiruk pikuk,mereka memastikan satu hal sederhana namun krusial bahwa ketika bantuan dibutuhkan, suara pertolongan tidak akan pernah terputus,” tutup Apdul Rahman.

Laporan (Is)