‎Ratusan Siswa di Anambas Diduga Keracunan Program Makanan Bergizi Gratis, Operasional Dapur Dihentikan

Avatar photo
fot: is (arsip Bataminfo)

‎‎Bataminfo.co.id, Anambas – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, berujung pada keadaan darurat medis. Sebanyak 144 orang, yang didominasi oleh pelajar, harus dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah mengeluhkan gejala mual, pusing, dan muntah massal pada Rabu (15/4/2026).


‎Gejala mulai dirasakan sesaat setelah para siswa mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pada siang hari. Dari total 700 penerima program, sedikitnya 144 orang terkonfirmasi terdampak secara signifikan. Korban tidak hanya berasal dari kalangan siswa SD 002 Air Nanggak dan SMP setempat, namun juga melibatkan sejumlah guru serta warga yang turut mengonsumsi hidangan tersebut.

‎Lonjakan pasien yang tiba secara bersamaan sempat membuat fasilitas kesehatan di wilayah tersebut kewalahan:

‎Puskesmas Siantan Tengah (Air Nanga): Menjadi titik pertama penanganan darurat.Ruang perawatan penuh hingga sejumlah pasien terpaksa mendapatkan penanganan di area luar ruangan dengan fasilitas infus darurat.


‎Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu, langsung meninjau lokasi kejadian untuk memastikan para korban mendapatkan perawatan maksimal. Sebagai langkah preventif, Pemerintah Daerah mengambil kebijakan tegas terkait kelanjutan program di wilayah tersebut.

‎”Kami segera mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara operasional dapur penyedia MBG di wilayah ini sebagai bentuk kehati-hatian,” ujar Raja Bayu saat meninjau kondisi siswa di RSUD Palmatak.


‎Dinas Kesehatan saat ini tengah melakukan investigasi mendalam terkait penyebab pasti keracunan. Sampel makanan yang dikonsumsi—terdiri dari telur semur, tumis kol dan wortel, serta buah mata kucing—telah diamankan untuk diuji di laboratorium.


‎Proses evakuasi dan penanganan pasien melibatkan kolaborasi lintas sektoral dari TNI, kepolisian, Satpol PP, hingga pengerahan tenaga medis tambahan guna mengurai kepadatan di RSUD Palmatak.

‎Hingga Rabu malam, situasi dilaporkan mulai terkendali. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu yang belum tervalidasi. Insiden ini menjadi catatan penting bagi evaluasi pengawasan dan standar higienitas dalam pelaksanaan program strategis nasional ke depannya.

‎Laporan: Is