Bataminfo.co.id,Natuna – Pelaksanaan pekerjaan Prefabricated Vertical Drain (PVD) pada salah satu proyek strategis di Kabupaten Natuna kini menjadi sorotan setelah muncul dugaan adanya ketidaksesuaian antara pekerjaan di lapangan dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
“Berdasarkan hasil pemantauan sejumlah pihak di lokasi proyek, ditemukan indikasi bahwa beberapa item pekerjaan yang memiliki peran penting dalam perbaikan tanah diduga tidak dilaksanakan secara maksimal. Sorotan utama mengarah pada pemasangan PVD serta pekerjaan sand blanket yang merupakan komponen vital dalam proses percepatan konsolidasi tanah lunak,”jelas masyarakat yang tak ingin sebutkan namanya Kamis 4 Juni 2026.
Informasi yang diperoleh dari lapangan menyebutkan bahwa pelaksanaan pekerjaan tersebut diduga tidak mencerminkan volume maupun kualitas sebagaimana yang direncanakan dalam dokumen teknis proyek. Jika dugaan tersebut terbukti, kondisi ini berpotensi mempengaruhi kualitas konstruksi serta menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas penggunaan anggaran yang telah dialokasikan.
Ia menjelaskan bahwa Praktisi konstruksi yang dimintai pendapat menjelaskan bahwa pekerjaan PVD bukan sekadar formalitas administratif. PVD berfungsi sebagai sistem drainase vertikal untuk mempercepat pengeluaran air dari tanah lunak sehingga proses pemadatan tanah dapat berlangsung sesuai desain. Kesalahan dalam pemasangan, pengurangan volume, maupun ketidaksesuaian spesifikasi berpotensi menurunkan kinerja perbaikan tanah dan dapat berdampak pada umur konstruksi di atasnya.
“Temuan ini memunculkan desakan agar instansi teknis, konsultan pengawas, serta aparat pengawasan internal pemerintah segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pekerjaan tersebut. Audit lapangan dinilai penting guna memastikan apakah volume pekerjaan yang dibayarkan benar-benar sesuai dengan volume yang terpasang di lapangan,”ujarnya.
Selain itu, masyarakat meminta adanya keterbukaan informasi terkait hasil pengawasan proyek agar tidak menimbulkan spekulasi yang berkepanjangan. Transparansi dianggap menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran besar.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek, konsultan pengawas, maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Karena itu, seluruh temuan yang beredar masih memerlukan verifikasi teknis dan klarifikasi dari pihak-pihak yang berwenang guna memastikan fakta yang sebenarnya.
Laporan (Is)












