Keluhkan Pembuatan KTP, Tahun Depan Server Disduk dan Mesin Cetak Dioptimalkan

Avatar photo
RDP komisi I DPRD dan Disdukcapil Pemko Batam. Foto : istimewa

Bataminfo.co.id, Batam – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam memberikan penjelasan terkait lambatnya pembuatan KTP yang dikeluhkan oleh masyarakat selama ini.

Anggota Dewan Komisi I Utusan Sarumaha, menyampaikan, selama ini banyak keluhan dari masyarakat yang merasa tidak puas dengan pelayanan yang di berikan oleh Disdukcapil Kota Batam.

“Pelayanan yang diberikan oleh Disdukcapil masih belumlah optimal di tambah lagi saat ini Server Disduk dan alat cetak KTP sudah saatnya harus diganti,” ujar Sarumaha pada Jum’at (11/9/2020) saat RDP di DPRD Kota Batam.

Ia juga magatakan, saat ini ditingkat Kecamatan kendala yang sering dialami adalah dalam hal percetakan KTP, sehingga kapasitasnya sangat terbatas.

“Makanya kita rapatkan hari ini untuk mencari jalan keluarnya, karena kita sering mendapatkan keluhan dari masyarakat. KTP nya sudah lama tapi belum dicetak, ini persoalannya memang terjadi penumpukan, ya solusinya alat itu harus di remajakan kembali dan penambahan server,” bebernya.

Sarumaha menambahkan, di tiap kecamatan itu idealnya minimal harus disediakan dua mesin yaitu mesin Printer yang bisa mencetak KTP, sehingga kedepannya tidak menjadi persoalan klasik akan tetapi masyarakat benar-benar mendapatkan pelayanan maksimal.

Selain itu alat tersebut nantinya didatangkan langsung dari pemerintah pusat, Komisi 1 kedepanya bersama dinas-dinas camat dan pihak Disduk akan konsultasi di Kementrian dalam negeri untuk mencarikan solusinya terkait dengan alat tersebut.

“Sebenarnya mesin cetak itu sudah ada di Kecamatan dan Disduk, cuma kapasitasnya hanya mampu 200 cetak maksimal, kalau di atas itu maka kualitas pencetakan KTP itu tidak maksimal, takutnya ngejim atau bagaimana jadinya kan ini jadi pekerjaan sia-sia”, jelasnya.

Ia juga menyampaiakan mengenai alat tersebut akan dianggarkan APBD dan dimungkinkan 6-7 bulan kedapan dan nantinya dengan mesin baru pencetakan KTP semula mampu 200 sampai 500 bisa dicetak.

Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan Batam Heryanto mengatakan, selama ini yang terkendala hanyalah mesin yang sudah tidak bekerja maksimal sehingga terjadi penumpukan.

“Selama ini blanko selalu ada dan langsung dari pusat jadi apabila habis tinggal minta saja. Untuk pendistribusian blanko tidak ada masalah, selain itu karena mesin sudah lama dan kemampuannya sudah tidak maksimal,” ujar Heryanto. (ina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *