Bataminfo.co.id, Natuna — Gedung Plaza UMKM di Kabupaten Natuna yang disebut telah berdiri sejak 2025 hingga kini belum menunjukkan geliat aktivitas pelaku usaha sebagaimana tujuan pembangunannya. Kondisi tersebut kembali menyoroti sejauh mana keseriusan Pemerintah Daerah (Pemda) dan DPRD Natuna dalam memastikan fasilitas yang telah dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Sorotan tersebut mencuat setelah anggota DPRD Natuna, Dedi Yanto, Sekretaris Komisi DPRD Natuna dari Partai Gerindra, memberikan tanggapan terkait kondisi Plaza UMKM tersebut.
Dalam komunikasi dengan media, Dedi menyebut kondisi fiskal daerah menjadi salah satu persoalan yang membuat pemerintah daerah belum mampu menjalankan sejumlah program secara maksimal.
“Kondisi fiskal daerah yang masih fokus penyelesaian hutang, belum mampu menjalankan program. Mudah-mudahan 2027 dan seterusnya akan lebih lancar,” demikian pernyataan Dedi dalam pesan yang diterima media, Minggu (16/8/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai masa depan Plaza UMKM yang telah berdiri sejak 2025. Sebab, keberadaan gedung saja belum cukup untuk menggerakkan aktivitas ekonomi apabila tidak dibarengi dengan pengelolaan, pengisian tenant, promosi, serta program pemberdayaan UMKM yang jelas dan berkelanjutan.
Media kemudian mempertanyakan apakah Plaza UMKM dapat berjalan sebagaimana mestinya pada 2027 apabila persoalan hutang daerah belum sepenuhnya terselesaikan.
Menanggapi hal itu, Dedi mengatakan DPRD akan mengupayakan solusi bersama pemerintah daerah dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini.
“Akan kami upayakan solusi terbaik bersama Pemda, sejalan dengan kondisi ekonomi yang lagi lesu. UMKM juga perlu solusi, sekaligus kita dorong pemanfaatan fasilitas Plaza UMKM yang sudah dibangun di Kompleks Masjid Agung Natuna, Jalan Datuk Kaya Wan Mohammad Benteng,” ujarnya.
Namun, pernyataan tersebut belum merinci langkah konkret yang akan ditempuh untuk mengaktifkan Plaza UMKM. Belum dijelaskan pula siapa pihak yang akan bertanggung jawab atas pengelolaannya, kapan fasilitas tersebut akan mulai dimanfaatkan secara penuh, maupun berapa target pelaku UMKM yang akan ditempatkan di dalamnya.
Di sisi lain, Dedi menilai keberadaan Plaza UMKM memiliki lokasi yang strategis. DPRD, kata dia, akan mendorong pemerintah daerah agar mengoptimalkan pemanfaatan bangunan tersebut untuk mendukung pengembangan usaha lokal.
“Sangat strategis. Ke depan kita akan dorong Pemda untuk mengoptimalkan pemanfaatan Plaza UMKM tersebut untuk pengembangan usaha-usaha UMKM lokal,” katanya.
Dedi juga berharap pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat, khususnya pelaku UMKM, dapat membangun kolaborasi dalam memanfaatkan fasilitas tersebut.
“Harapan kami DPRD kepada pemerintah daerah bersama masyarakat, khususnya UMKM, terus berkolaborasi memanfaatkan gedung Plaza UMKM untuk mendorong kemajuan ekonomi Natuna, agar masyarakat Natuna lebih sejahtera,” ujarnya.
Kini, perhatian publik tidak hanya tertuju pada berdirinya bangunan Plaza UMKM, tetapi juga pada langkah konkret pemerintah untuk memastikan fasilitas tersebut tidak berhenti sebagai bangunan fisik semata. Publik tentu menunggu kejelasan mengenai pengelolaan, target pemanfaatan, serta program yang akan dijalankan agar keberadaan Plaza UMKM benar-benar memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan pelaku usaha lokal.
Laporan (Is)












