KSOP Khusus Batam Perketat Ramp Check Kapal Penumpang Jelang Puncak Libur Sekolah

Avatar photo
Arsip BI

Bataminfo.co.id, Batam – Sebelum musim libur sekolah benar-benar mencapai puncaknya, kesibukan mulai terasa di sejumlah pelabuhan penumpang di Batam. Arus masyarakat yang hendak bepergian ke berbagai daerah diperkirakan meningkat, menjadikan transportasi laut kembali menjadi urat nadi mobilitas di wilayah kepulauan.

Di tengah meningkatnya aktivitas tersebut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam bergerak memastikan satu hal yang tak boleh ditawar: keselamatan pelayaran.

Sejak 21 Mei 2026, jajaran Marine Inspector KSOP Khusus Batam turun langsung ke lapangan melaksanakan ramp check atau pemeriksaan menyeluruh terhadap kapal-kapal penumpang yang beroperasi di wilayah Batam dan sekitarnya. Kegiatan ini menjadi langkah antisipatif untuk memastikan setiap kapal yang mengangkut masyarakat benar-benar siap berlayar.

Pemeriksaan tidak hanya sebatas melihat kondisi fisik kapal dari luar. Tim inspeksi menelusuri berbagai aspek penting yang menjadi penopang keselamatan pelayaran, mulai dari kelengkapan dokumen, kesiapan awak kapal, hingga kondisi mesin dan perlengkapan keselamatan.

Kepala Kantor KSOP Khusus Batam, M. Takwim Masuku, ST, M.MT, mengatakan bahwa ramp check merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menggunakan transportasi laut selama masa libur sekolah.

“Seluruh kapal penumpang yang beroperasi harus dipastikan berada dalam kondisi laik laut, aman, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Di ruang anjungan, petugas memeriksa fungsi peralatan navigasi dan komunikasi yang menjadi “mata” serta “telinga” kapal saat berlayar di tengah perairan. Kesiapan nakhoda dan awak kapal juga menjadi perhatian, mengingat faktor manusia memegang peranan penting dalam keselamatan pelayaran.

Pemeriksaan kemudian berlanjut ke ruang mesin. Di tempat inilah “jantung” kapal bekerja. Marine Inspector memastikan mesin induk, mesin bantu, sistem kemudi, hingga instalasi kelistrikan berada dalam kondisi optimal sehingga kapal dapat beroperasi dengan aman dan lancar.

Tak kalah penting, berbagai perlengkapan keselamatan turut diperiksa satu per satu. Jaket pelampung, liferaft, alat pemadam kebakaran, perangkat komunikasi darurat hingga jalur evakuasi menjadi bagian dari daftar pengecekan yang harus memenuhi standar keselamatan.

Bagi KSOP Khusus Batam, keselamatan bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan budaya yang harus tumbuh di seluruh lini pelayaran. Karena itu, setiap kekurangan yang ditemukan dalam pemeriksaan diminta segera diperbaiki sebelum kapal kembali melayani penumpang.

M. Takwim Masuku juga mengingatkan seluruh operator kapal, nakhoda, dan awak kapal untuk tidak mengabaikan aspek keselamatan demi alasan apa pun.
“Apabila ditemukan kekurangan, segera lakukan perbaikan dan lengkapi sesuai ketentuan sebelum kapal beroperasi. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Sebagai kota kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut, Batam menghadapi tantangan tersendiri setiap memasuki periode padat penumpang. Libur sekolah, hari besar keagamaan, hingga libur nasional selalu membawa peningkatan aktivitas pelayaran.

Karena itu, pengawasan terhadap kapal penumpang akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat budaya keselamatan pelayaran yang menjadi tanggung jawab bersama.

Di balik hiruk-pikuk pelabuhan dan lalu-lalang penumpang yang membawa harapan menuju berbagai tujuan, keselamatan tetap menjadi pelabuhan pertama yang harus dipastikan sebelum tali tambat dilepas dan kapal meninggalkan dermaga.