Bataminfo.co.id, Bintan – Aksi sigap kru Speedboat (SB) Sea Eleven Express berhasil menyelamatkan seorang pria yang ditemukan hanyut di tengah laut di Perairan Tanjung Sauh, Selat Riau, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Senin (13/7/2026) siang.
Korban diketahui bernama Tofik (41), warga Mentigi, Tanjung Uban, Kabupaten Bintan. Saat ditemukan, korban masih dalam keadaan hidup dan sadar meski telah terapung di tengah laut.
Peristiwa bermula ketika SB Sea Eleven Express bertolak dari Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, menuju Pelabuhan Tanjung Uban sekitar pukul 13.30 WIB. Sekitar 10 menit setelah berlayar, tepatnya pukul 13.40 WIB, nahkoda bersama awak kapal melihat sosok seorang pria mengapung di Perairan Tanjung Sauh.
Melihat kondisi tersebut, nahkoda segera menghentikan laju kapal. Tanpa berpikir panjang, salah seorang anak buah kapal (ABK) langsung terjun ke laut untuk memberikan pertolongan.
Proses penyelamatan berlangsung dramatis namun cepat. Dalam waktu sekitar lima menit, korban berhasil dievakuasi ke atas speedboat dan langsung mendapat pertolongan pertama dari kru kapal.
Setelah memastikan kondisi korban stabil, Sea Eleven Express melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Tanjung Uban. Setibanya di pelabuhan, korban kemudian diserahkan kepada petugas untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Uban terhadap saksi Yulismah, korban diduga hanyut setelah bermain kano dari kawasan Sakera.
Menurut keterangan abang kandung korban, Tofik diduga terseret arus pasang hingga terbawa ke Perairan Tanjung Sauh. Sebelumnya, korban tidak memberitahukan kepada keluarga mengenai rencananya bermain kano.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Satpolairud Polres Bintan langsung berkoordinasi dengan Syahbandar, PLP Kelas II Tanjung Uban, tenaga kesehatan, dan instansi terkait untuk menangani korban.
Selain memastikan kondisi korban, petugas juga melakukan pendataan identitas serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengetahui secara pasti penyebab insiden tersebut.
Beruntung, berkat kesigapan nahkoda dan kru SB Sea Eleven Express, nyawa Tofik berhasil diselamatkan sebelum kondisi yang lebih buruk terjadi di tengah derasnya arus Perairan Selat Riau.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat yang beraktivitas di laut agar selalu mengutamakan keselamatan, menggunakan perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung, serta memperhatikan kondisi cuaca dan arus sebelum berlayar atau bermain kano.
(Budi)












