Bataminfo.co.id,Natuna – Sejumlah anggota media di Kabupaten Natuna mempertanyakan transparansi kerja sama yang diduga dijalin antara organisasi media online di daerah tersebut dengan PT JICA. Sorotan muncul setelah beredar informasi mengenai adanya kegiatan dan program yang disebut melibatkan organisasi media, namun dinilai belum disampaikan secara terbuka kepada seluruh anggota.
“Pertanyaan tersebut mencuat karena sejumlah anggota mengaku belum memperoleh penjelasan yang memadai terkait bentuk kerja sama, nilai dukungan yang diberikan, maupun mekanisme pelaksanaan program yang mengatasnamakan organisasi,”ungkap salah satu anggota media yang tak ingin sebutkan namanya 1 Juni 2026.
Salah seorang anggota media yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa keterbukaan informasi merupakan kewajiban moral pengurus organisasi kepada anggotanya.
“Kami bukan menolak adanya kerja sama dengan pihak mana pun. Namun jika kerja sama itu dilakukan atas nama organisasi, maka seluruh anggota berhak mengetahui bentuk kegiatan, tujuan kerja sama, hingga penggunaan anggaran yang berkaitan dengan organisasi,” ujarnya.
Menurutnya, transparansi sangat penting untuk mencegah munculnya berbagai spekulasi dan asumsi di kalangan anggota. Selain itu, keterbukaan juga menjadi bagian dari tata kelola organisasi yang sehat dan profesional.
Sorotan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap akuntabilitas organisasi profesi, termasuk organisasi media yang selama ini menjadi salah satu pilar penyampai informasi kepada masyarakat.
Sejumlah anggota media menilai bahwa setiap kerja sama yang melibatkan organisasi seharusnya dilengkapi dengan laporan atau penjelasan resmi yang dapat diakses anggota. Langkah tersebut dinilai penting agar tidak menimbulkan kesan adanya informasi yang hanya diketahui oleh sebagian pihak.
“Jika memang ada dukungan dana, program pelatihan, atau bentuk kerja sama lainnya, sebaiknya dijelaskan secara terbuka. Dengan begitu tidak ada ruang bagi kecurigaan atau kesalahpahaman di antara anggota,” kata anggota media lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pengurus organisasi media terkait maupun dari pihak PT JICA mengenai pertanyaan yang disampaikan sejumlah anggota tersebut. Upaya konfirmasi masih dilakukan guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi dari seluruh pihak yang berkepentingan.
“Sementara itu, sejumlah pengamat organisasi menilai bahwa prinsip transparansi dan akuntabilitas merupakan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan anggota terhadap kepengurusan. Keterbukaan informasi dinilai bukan hanya menyangkut persoalan keuangan, tetapi juga berkaitan dengan kredibilitas organisasi di mata publik,”tuturnya.
Laporan (Is)












