Bataminfo.co.id, Batam– Seorang oknum aparat ikut terseret dalam kasus penggerebekan markas judi online, love scamming, dan phishing e-commerce di Apartemen Baloi View, Lubuk Baja, Batam.
Oknum ini diduga pernah mendampingi seorang pria berinisial A. A disebut sebagai pengendali jaringan ilegal tersebut. Ia merupakan warga Tanjungpinang yang kemudian pindah ke Batam. A juga disebut pernah beroperasi di Kamboja.
Berdasarkan penelusuran, oknum aparat beberapa kali terlihat bersama A. Saat itu, mengenakan pakaian sipil.
“Dia berpakaian sipil saat mengawal A,” ujar seorang saksi mata. Saksi itu juga menyebut oknum petugas itu membawa pistol saat mendampingi A. “Ada senjata api,” katanya.
Nama A mencuat setelah Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menggerebek Apartemen Baloi View, Rabu, 6 Mei 2026 pagi. Petugas mengamankan 210 warga negara asing dari Vietnam, Myanmar, dan Tiongkok. Mereka diduga menjadi operator love scamming, judi online, dan phishing e-commerce. Alvin sendiri belum berhasil diamankan.
Aktivitas ilegal itu diduga sudah berlangsung sekitar dua bulan di apartemen tersebut. Jaringan ini bekerja secara terorganisir. Petugas menyita puluhan unit komputer, CPU, dan berbagai perangkat elektronik lain yang diduga menjalankan kejahatan digital.
Sumber juga menyebut A diduga memiliki harta Rp1 triliun dalam bentuk bitcoin. Aset kripto itu diduga berasal dari hasil kejahatan digital saat jaringan beroperasi di Kamboja. Bitcoin itu disebut dicairkan melalui money changer di kawasan Nagoya, Batam, berinisial IB. Nilai pencairannya mencapai miliaran rupiah.
Dugaan keterlibatan oknum aparat yang mengawal A membuat kasus ini semakin disorot. Pasalnya,oknum itu adalah anggota Polri yang juga mengawal pejabat daerah.
Saat peliputan di lokasi penggerebekan, wartawan Bataminfo dilarang mengambil gambar dan diusir keluar gedung penangkapan. Larangan itu datang dari petugas berpakaian sipil yang berjaga di dalam apartemen.
Batamimfo masih berupaya meminta keterangan resmi dari Kantor Imigrasi Batam dan Polda Kepri terkait keberadaan A, status para WNA, serta dugaan keterlibatan pihak lain.
Oknum Aparat Diduga Ikut Kawal Bos Judol











