Terpaksa Hentikan Pengisian BBM, Pengawas SPBU KDA: Kalau Dilepas Garis Polisi Maka Kami Bisa Cleaning

Ket Foto : SPBU KDA terpaksa menghentikan pengisian BBM akibat disegel dua pompa oleh Polisi | Sabtu, (15/24) | dok.BI

Bataminfo.co.id, Batam – Managemen SPBU KDA Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (KEPRI) meminta kepada pihak berwajib untuk segera melepaskan kembali dua unit pompa bahan bakar minyak (BBM) yang disegel.

Pasalnya, pada beberapa hari lalu kedua pompa bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax 92 Dexalite diduga terjadi kelonggaran pada sil pompa sehingga mengakibatkan rembesan minyak saat petugas melakukan pengisian BBM ke kendaraan konsumen.

Hal itu disampaikan oleh Weni selaku Pengawas SPBU tersebut. Kata dia, pihaknya tetap bertanggungjawab untuk memperbaiki kekurangan tersebut namun terkendala dengan adanya police line (garis polisi) yang terpasang pada kedua pompa tersebut.

“Kejadiannya di tanggal 13 Juni 2024. Sejak hari ini dihentikan pengisian minyak kekendaran konsumen kami. Kami menyimpulkan, itu bukan kebocoran. Tapi ada sil yang longgar sehingga merembes. Diduga ada cela baru di packing, sehingga melalui cela itu, air masuk. Dari sil itu mungkin mengembang, akhirnya air masuk melalui cela itu menetes, lama-lama jadi banyak. Tapi hanya tetes tidak deras. Jadi kemungkinan sil, karena getaran dari atas akibat hujan, sehingga mengakibatkan minyak kesedot,” ujarnya.

BACA JUGA:   Gubernur Kepri Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Seluruh Kabupaten Kota

Lagi kata dia, “Tangkinya plastic tapi diatasnya mesin dan pipa keluar masuk dan rembesannya masuk dari sil yang longgar itu. Untuk air yang masuk itu 7 cm, ada 435 liter air untuk diameter 2,4 m, panjang 2m. Ada dua mobil saja terdampak saat pengisian. Tapi beberapa mobil sebelumnya malah tidak ada. Kami juga tentu memperhatikan serta mengutamakan kepuasan dan kenyamanan konsumen, sehingga kami bertanggungjawab untuk cleaning (pembersihan/perbaikan). Namun, sayangnya masih ada police line (garis polisi) jadi itu yang menghambat,” sambung Weni saat diwawancarai oleh Tim Redaksi Bataminfo.co.id pada Sabtu, (15/6/24).

BACA JUGA:   Hilang Sejak Sabtu, Lansia di Bintan Ditemukan Meninggal Dunia

Dia berharap, pihak berwenang yang telah menyegel SPBU tersebut agar dapat melepaskan segelan itu sehingga mereka bisa segera memperbaiki kedua pompa bahan bakar tersebut.

“Kami berharap kepada pihak berwenang agar dapat melepaskan segelan police line ini agar kami bisa segera memperbaiki yang mengalami kerusakan itu. Kasian masyarakat sudah banyak keluhan karena kami belum buka untuk pengisian bahan bakar. Selain itu, kami juga sudah mengalami kerugian yang diperkirakan sampai ratusan juta, per tanggal 13 hingga hari. Untuk itu, kami mohon agar segel ini bisa dilepas, karena kami bertanggungjawab untuk cleaning,” ucapnya.

Sementara itu, seorang pengendara yang juga merupakan konsumen yang hendak mengisi bahan bakar di SPBU tersebut juga meminta kepada pihak SPBU agar segera membuka kembali operasional pengisian BBM mengingat keluhan dari masyarakat.

BACA JUGA:   Dua Kali Skorsing, Rapat Paripurna DPRD Kota Batam Kali ini Ditunda Lagi? Ternyata ini Alasannya

“Ini saya nggak jadi isi bensin karena tutup ternyata, karena katanya ada kendala. Dan ini kalau nggak salah, hanya ada dua yang bermasalah. Sisanya kan aman aja. Tapi ditutup semua, tidak menerima pengisian jadi kita susah juga, karena kan kejauhan nyari pom bensin lagi. Kenapa harus ditutup gitu kan? Tadi kata petugasnya, masih dalam proses perbaikan. Itu kan masih disegel tuh (menunjuk ke arah pompa yang disegel). Kita nggak tau sih komplen ke mana, tapi mungkin hal ini kita sampaikan aja dulu ke pihak SPBU, kalau bisa segeralah dibuka lagi pengisian. Jadi harapan kita sih itu bisa dibuka secepatnya,” ucap salah seorang konsumen.