Kantor PT ITS Tiban Batam, Anak Cabang Salim Group Didemo Pekerja

Ket Foto : Ratusan Massa aksi (pekerja) demo di depan Kantor PT ITS Tiban Indah, Kota Batam, Kepri | Senin, (10/24) | dok.Non/BI

Bataminfo.co.id, Batam – Ratusan Pekerja melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor PT Indo Tirta Suaka Pulau Bulan Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Senin, (10/6/2024).

Aksi demonstrasi ini telah dilakukan sejak pukul 08.00 pagi tadi dengan jumlah massa aksi sekitar 100 orang. Hal ini disampaikan oleh Virgilius Rutu selaku Koordinator aksi.

“Kurang lebih 100 an orang. Kita mulai dari jam 08.00 pagi. Kantornya di sini. Tapi memang nggak ada plang namanya. Dan memang orangnya nggak ada. Kemarin RDP pun nggak datang. Hari ini pun nggak ada orangnya. Kegiatannya produksinya itu di Pulau Bulan. Disini hanya kantor administrasinya aja,” ucap Virgil.

BACA JUGA:   Dispar Kepri Gelar Pembinaan Desa Wisata dan Pokdarwis Tahun 2021

Adapun tujuan pihaknya melakukan aksi hari ini adalah untuk meminta pertanggungjawaban dari pihak PT ITS. Tak tak hanya itu, mereka juga menuntut Salim Group untuk turut bertanggungjawab. Pihaknya juga menolak pesangon dari PT ITS sebesar 0,5 persen.

Tak terima terkait ikut campur dari pihak Serikat Nikeuba atas PHK yang dinilai sepihak, dalam aksi ini para Pekerja juga tak segan menyebut serikat sebagai pengkhianat. Mereka juga menyebut, PHK yang dilakukan oleh PT ITS itu ilegal.

“Kami menolak pesangon 0,5 persen. Salim group harus bertanggungjawab. Serikat nikeuba pengkhianat. PHK ITS ilegal,” bunyi tulisan di poster yang dibawah oleh Massa aksi.

BACA JUGA:   Persiapan New Normal, Polisi Pantau Kepatuhan Warga Batam

Dalam kesempatan yang sama, massa aksi lainnya, Albert Aran menuturkan hal senada. Kata dia, pihaknya bahkan telah difasilitasi untuk rapat dengar pendapat (RDP) di Kantor DPRD Kota Batam pada 03 Juni 2024. Namun, pihak PT ITS ternyata tak menghadirinya. Mereka juga meminta Toni selaku pihak Management untuk bertanggungjawab atas PHK tersebut.

“Menolak pesangon 0,5 persen. Yang kami tuntut yah sesuai PKB. Lalu kami juga minta hadirkan top management Singapura.
Karena apakah benar PHK ini adalah statement dari Ketua Serikat sendiri? Karena ini kami nilai PHK sepihak. Kami juga minta tanggungjawab dari Toni (Manager). Dia nggak pernah muncul. Dari Disnaker pun udah panggil. kita juga udah RDP, tapi mereka (pihak PT) tak hadir. DPRD udah menyurati pihak perusahaan, tapi tak direspon juga. Serikatnya itu namanya Nikeuba. Mereka ikut memPHK juga. Statement dari Ketua Serikat sendiri. Dia sendiri yang mengatakan bahwa dia yang mem PHK kita. Sementara kan yang di PHK ini udah puluhan tahun kerja di PT ITS,” ujarnya.

BACA JUGA:   Jelang Hari Lahir Pancasila, Satbrimob Polda Kepri Gelar Donor Darah