Bataminfo.co.id, Batam – Sering muncul di berbagai pemberitaan Media, nama J Rusna selaku Pemilik PT Tugas Mulia Batam, lagi-lagi terseret dalam kasus dugaan menelantarkan salah seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Elisabeth Pandie.
Adanya dugaan tersebut dikarenakan Elisabeth salah satu TKW yang ditampung Rusna ditemukan terlantar di sebuah Halte Batu Aji. Elisabeth ditemui oleh seorang Anggota Satgas NTT Peduli Kepri, kemudian dirinya mendapatkan pertolongan dari seorang Tokoh Agama.
Selang beberapa waktu, Elisabeth P di berikan tempat tinggal yang layak oleh Satgas NTT Peduli bekerjasama dengan beberapa Tokoh Agama Katholik. Dirinya kemudian diinterogasi terkait kronologi ketelantarannya di Halte Batu Aji. Kemudian, Elisabeth pun menceritakannya, bahwa Ia belum makan selama tiga hari, dirinya juga tak lagi terikat kerja dengan pihak PT Tugas Mulia, dan ingin pulang kembali ke kampung. Namun Dia mengaku belum diberikan sisa gaji oleh pihak PT tersebut.
Setelah mengetahui keterangan dari Elisabeth P, pihak Satgas mendatangi Kantor J Rusna pada Kamis, 30 September 2021, sekira pukul 13.00 WIB dengan tujuan untuk membantu Elisabeth agar segera mendapatkan haknya dan pulang kembali ke kampung halamannya (Rote – NTT). Hadir dalam pertemuan tersebut, adalah Pengurus DPD Satgas serta sejumlah anggota.
“Kami datang ke sini atas dasar kemanusiaan Bu. Kami tidak bermaksud untuk mengganggu Ibu. Kami datang untuk meminta secara baik kepada Ibu agar segera diselesaikan hak dari saudari kami, Elisabeth Pandie, agar dia bisa segera pulang ke kampung halamannya. Karena di sana Keluarganya sudah menunggu. Tolong Bu,” tutur Musa selaku Ketua DPD Satgas NTT Peduli – Kepri.
Sempat terjadi perdebatan antara Pengurus Satgas NTT dan Rusna terkait kasus tersebut. Yang mana pengakuan Elisabeth yang tak diterima oleh J Rusna karena mis komunikasi diantara kedua belah pihak. Elisabeth mengaku tidak diperlakukan dengan baik, ia sering dimarahi bahkan sebagian haknya selama bekerja juga belum diberikan oleh Rusna.
Sementara, Rusna sendiri memaparkan rincian hak upah kerja yang semestinya diperoleh Elisabeth dan jumlah hutang (kas bon)nya. Rusna juga menceritakan dihadapan Pihak Satgas NTT Peduli terkait Elisabeth yang sudah berpindah-pindah majikan hingga, Lima (5) Majikan namun Elisabeth dipulangkan ke PT, lantaran tak bisa bekerja dengan baik dan suka membangkang. Karena tak diterima kerja oleh majikan, Rusna kembali menampungnya lagi di rumah pribadinya dan memberikannya pekerjaan, namun Rusna mengaku, sifat Elisabeth masih sama, yaitu suka membantah serta tak mau diperintahkan kerja.
“Dia itu sudah Lima majikan, Lima dia lawan. Kerja tak ikhlas, tak tulus, semua tak boleh tegur dia. suka nunjuk..nunjuk majikan. Dia keras kepala dan suka membantah. Tak mau dibilangin, kalau ditegur, malah banting barang. Saya bilang, kalau kamu menolong ekonomi keluarga kamu, kamu kerjalah yang baik. Tapi dia bilang saya tak mau kerja. Saya setiap pagi yang bangunin dia. Dia bangunnya jam 8. Saya dituduh, difitnah bahwa mengusir dia keluar dari rumah. Padahal saya tidak pernah mengusir dia. Waktu itu, saya antar dia karena bawaannya banyak. Tetapi dia malah minta turun di Gerbang, katanya banyak yang akan tolong saya. Jadi saya tidak telantarkan dia! Waktu keluar saja saya pegangkan duit 1 juta,” jelas Rusna.
Namun, pernyataan Rusna lagi dibantah oleh Elisabeth Pandie. Dirinya mengaku telah mengabdi dengan baik. Bahkan terkait baju majikan yang diambilnya, dikatakan Elisabeth, Dia tak sengaja menemukan di atas meja, dan sudah dikembalikan ke majikannya itu.
“Aku selalu kerja baik..baik Bu. Mana aku pernah tunjuk..tunjuk majikan Bu. Aku nggak pernah bantah manjikan, Dia (Rusna) yang selalu cari masalah sama aku. Aku kerja Bae..bae. Aku nggak sengaja ambil baju itu di atas meja, tapi itu kan dia udah ambil kembali kok,” tutur Elisabeth.
Perdebatan diantara keduanya pun semakin memanas. Namun diketahui, berakhir damai. Yang mana, kedua belah pihak telah berbesar hati untuk saling memaafkan. Rusna juga bersedia memberikan sejumlah uang kepada Elisabeth agar segera pulang ke kampung halamannya untuk berjumpa dengan keluarga tercinta. (Non)











