PKNTT Kepri Apresiasi Polisi Bongkar Dalang Bisnis PMI Ilegal

Avatar photo
Sekretaris Umum PKNTT Provinsi Kepri, Faisal Ola. Foto: istimewa

Bataminfo.co.id, Batam – Perkumpulan Kekeluargaan Nusa Tenggara Timur (PKNTT) Provinsi Kepri mengapresiasi kinerja aparat kepolisian daerah (Polda) Kepri atas keberhasilannya mengungkap dalang dibalik bisnis pengiriman PMI ilegal ke Malaysia.

Sekretaris Umum PKNTT Kepei, Faisal Ola menuturkan agar pihak kepolisian memberikan hukuman yang setimpal kepada otak pelaku perdagangan manusia tersebut. Karena perbuatan tersebut jelas merugikan banyak orang, terlebih lagi keluarga dari para PMI yang meninggal dunia dalam insiden kapal karam di perairan Johor Bahru, Malaysia, belum lama ini.

“Saran kami agar pihak penegak hukum menjatuhkan hukuman yang seberat-beratnya agar bisa membuat efek jera, karena perbuatan mereka mengakibatkan hilang puluhan nyawa manusia,” ujarnya.

Sementara itu dari tempat terpisah, Kasubdit III Intel Bidang Sosial Budaya, AKBP Ferdinand Ritonga menuturkan hal serupa. Dirinya mengungkapkan, selain Pelaku inisial S alias A yang telah berhasil diringkus, ternyata masih ada pelaku lainnya.

“Itu sudah jadi komitmen kita untuk menuntaskan sampai ke akar-akarnya.
Iya betul Dalangnya satu sudah berhasil ditangkap. Masih ada lagi, sekitar 2 orang tekong yang belum tertangkap. Itu sebenarnya ada tiga,” terangnya.

Adapun korban yang disampaikan AKBP Ferdinand berjumlah cukup banyak dan berasal dari berbagai daerah, diantaranya; Lombok, Jawa dan Sumatera. Ia mengungkapkan, dari masing-masing korban dimintai uang sebesar Rp 5 juta untuk bisa bekerja di Malaysia.

“Korbannya ini banyak, kasihan. Korban sekitar ratusan lah. Karena yang kita temukan itu ada banyak. Di Tanjungpinang ada beberapa, di sini ada juga.
Mereka itu diinapkan di Hotel dan di Kos-kosan. Saat ditanya, Mereka bilang masih nunggu kabar. Sementara, mereka udah setor uang Rp 5 juta per kepala. Beberapa dari mereka ada yang minta dipulangkan, ada yang mau tetap bekerja karena sudah jauh-jauh kesini,” ucapnya.

Ferdinand mengatakan, sebagian dari mereka diketahui mendapatkan informasi terkait bekerja ke luar negeri melalui Media Sosial Facebook. Sementara lainnya mendapatkan informasi dari orang kepercayaan para tekong.

Ia bahkan mengungkapkan terkait beberapa tempat yang disebut-sebut sebagai Pelabuhan Tikus telah ditelusuri oleh Pihaknya. Ia berpesan kepada Masyarakat Indonesia, terutama warga dari beberapa daerah yang menjadi korban agar tidak mudah diimingi pekerjaan yang sifatnya ilegal. Ia juga berharap, dalam proses ini, pelaku lainnya segera tertangkap.

“Kalo Pelabuhan-pelabuhan Tikus sudah kita datakan semua dan kita berikan ke Tim Satgas. Mereka sudah lari semua. Paling mereka sudah membubarkan diri. Sudah ancang-ancang mau kemana lagi gitu. Cobalah kita berpikir lebih jernih. Untuk mencari pekerjaan di luar itu dengan cara yang kilat tapi tanpa melalui prosedur. Sebaiknya harus memenuhi prosedur supaya kita ada proteksi gitu. Baik di KBRI maupun instansi terkait,” tandasnya. (Non)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *