Bataminfo.co.id, Batam — Penyebab pasti gangguan pemadaman listrik secara besar-besaran (blackout) yang melanda wilayah Batam, Kepulauan Riau, memicu perbedaan keterangan antara pihak Kementerian ESDM dan pengelola kelistrikan lokal.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sempat menyampaikan pernyataan terkait faktor cuaca seperti petir maupun gangguan kelelawar sebagai pemicu blackout tersebut. Pernyataan ini pun sempat dipertanyakan oleh sejumlah warga Batam.
Namun, Sekretaris / Humas PLN Batam, Rudi, memberikan klarifikasi dan penegasan berbeda terkait temuan awal di lapangan. Rudi menegaskan bahwa indikasi awal penyebab gangguan listrik berasal dari aktivitas hewan liar jenis monyet, bukan karena petir ataupun kelelawar seperti yang beredar.
”Identifikasi awal hewan liar (monyet),” ujar Rudi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat pada Kamis (15/10/2026).
Lebih lanjut, Rudi menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah turun tangan langsung untuk menindaklanjuti insiden pemadaman listrik skala besar tersebut dengan menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
”Dari kepolisian sudah melakukan olah TKP kemarin,” jelas Rudi.
Saat ditanya mengenai hasil resmi dari pemeriksaan lokasi tersebut, Rudi menjelaskan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk memastikan seluruh kronologi kejadian.
”Masih pendalaman pihak Polri ya,” pungkasnya.
Perbedaan pernyataan antara pejabat pusat dan pengelola kelistrikan di daerah ini menjadi sorotan masyarakat, sembari menunggu hasil akhir pendalaman resmi dari jajaran Kepolisian (Polri) terkait penyebab utama tumbangnya jaringan listrik di Batam.











