Resonansi Budayawan Kepri terhadap Blackout

Avatar photo
Ramon Damora

Mengkambinghitamkan Monyet

Lebih mudah menyalahkan hewan yang tidak bisa membela diri daripada mengakui kesalahan sendiri. Pada masa Mao Zedong, burung pipit dituduh merusak produksi pangan. Di Eropa abad pertengahan, kucing hitam dikaitkan dengan berbagai malapetaka dan dianggap sebagai pembawa kesialan.

Manusia kerap menciptakan masalah, lalu mencari makhluk lain untuk menanggung kesalahannya. Dalam ilmu sosial, kita mengenal konsep scapegoating atau pengambinghitaman—akh, lagi-lagi binatang! Praktik ini menjadi semakin buruk ketika frustrasi dialihkan kepada pihak yang lebih lemah, lebih mudah diserang, atau tidak memiliki kekuatan untuk membela diri.

Kawanan monyet yang belakangan dituding sebagai perusak gardu induk hingga dikaitkan dengan pemadaman listrik (blackout) merupakan contoh ekstrem. Mereka tidak dapat menjawab tuduhan, menyusun pembelaan, apalagi meminta pertanggungjawaban dari pihak yang telah menjadikan mereka kambing hitam.

Ketika manusia gagal memahami persoalan yang diciptakannya sendiri, hewan yang tak berdaya justru menjadi pihak pertama yang dipersalahkan. Jangan-jangan, persoalannya bukan sekadar manusia benar atau keliru dalam menuduh hewan, melainkan upaya menyelamatkan diri dari keharusan mengakui kesalahan sendiri.

— Ramon Damora