ADIPEC 2026 Jadi Momentum SKK Migas Gaet Investor Dunia untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Avatar photo

Bataminfo.co.id, Abu Dhabi – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama para pemangku kepentingan industri hulu migas Indonesia terus memperluas peluang investasi dan memperkuat kemitraan internasional melalui ajang Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2026.

Kegiatan berskala internasional tersebut berlangsung pada 2–5 November 2026 di ADNEC Centre, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Keikutsertaan Indonesia menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi minyak dan gas bumi nasional sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pelaku industri energi dunia.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan ADIPEC merupakan platform penting bagi Indonesia untuk bertukar gagasan, menjajaki peluang investasi, serta membangun kemitraan strategis guna memperkuat ketahanan energi nasional.

“ADIPEC tahun ini menyoroti pentingnya membangun sistem energi yang tangguh serta mengubah berbagai peluang menjadi tindakan nyata. Kami meyakini bahwa semangat ini selaras dengan komitmen Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi melalui investasi, inovasi, dan kolaborasi internasional,” ujar Djoko dalam keterangannya, Rabu (04/11/2026).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Indonesia memanfaatkan Indonesia Pavilion yang berlokasi di Hall 7 ADNEC Centre sebagai pusat promosi peluang investasi sektor hulu migas dan industri penunjangnya.

Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari presentasi teknis hingga pertemuan bisnis tingkat tinggi yang melibatkan SKK Migas, Pertamina, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), serta sejumlah perusahaan nasional dan mitra internasional.

Presentasi SKK Migas mengangkat berbagai peluang investasi sektor hulu migas di Indonesia, potensi eksplorasi, serta prospek perkembangan industri ke depan. Sementara itu, BPMA memaparkan potensi Carbon Capture and Storage (CCS) di Arun melalui kemitraan strategis, termasuk peluang dan tantangan pengelolaan gas berkadar karbon dioksida (CO2) tinggi di Kuala Langsa.

Selain promosi investasi, Indonesia Pavilion juga menjadi tempat berlangsungnya sejumlah pertemuan bisnis strategis. Di antaranya pertemuan Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dengan Halliburton Worldwide Ltd., PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari (ELPI) Samudra Offshore dengan Atlantic Maritime Group FZE, serta PDSI dengan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC).

Pertemuan PDSI dengan ADNOC tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama aliansi strategis yang dilaksanakan pada hari pertama ADIPEC 2026.

Upaya memperluas jaringan kemitraan juga dilakukan langsung oleh Kepala SKK Migas. Pada Selasa (3/11/2026), Djoko Siswanto menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan sejumlah mitra industri, termasuk INPEX dan Samsung.

Agenda tersebut dilanjutkan dengan kunjungan kehormatan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Uni Emirat Arab serta menghadiri kegiatan Ikatan Ahli Tambang Indonesia (IATMI) UEA bersama diaspora Indonesia.

Djoko menegaskan, industri hulu migas memiliki peranan strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan ketahanan energi nasional. Menurutnya, kontribusi sektor tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan pasokan energi, tetapi juga mencakup penciptaan lapangan kerja, penguatan sektor industri, serta pembukaan peluang ekonomi baru.

“Industri hulu migas mendukung pertumbuhan ekonomi tidak hanya melalui memastikan pasokan energi, tetapi juga dengan menciptakan lapangan kerja, memperkuat sektor industri, dan menghadirkan berbagai peluang ekonomi. Untuk melaksanakan berbagai pekerjaan ini, Indonesia menyadari pentingnya kemitraan yang kuat dan berkelanjutan dengan komunitas energi global,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, keikutsertaan Indonesia dalam ADIPEC 2026 bertujuan mendorong terciptanya kesepakatan bisnis yang saling menguntungkan. Para investor diharapkan memperoleh imbal hasil yang menarik, sementara Indonesia mendapatkan manfaat berupa peningkatan produksi migas, penguatan ketahanan energi, serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Djoko juga menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki peluang besar dalam kegiatan eksplorasi dan pengembangan minyak dan gas bumi. Potensi sumber daya hidrokarbon nasional dinilai dapat menjadi daya tarik bagi investor global untuk menjajaki kerja sama jangka panjang.

Pada ADIPEC 2026, Indonesia Pavilion mengusung tema “Indonesia: A Strategic Horizon for Your Global Energy Investment” yang mencerminkan besarnya peluang investasi dan kemitraan strategis di sektor hulu migas Indonesia.

Partisipasi Indonesia dalam ajang internasional tersebut turut didukung oleh 11 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan 13 Perusahaan Dalam Negeri (PDN). Kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut diharapkan dapat memperkenalkan kemampuan industri nasional sekaligus memperluas jaringan kerja sama dengan komunitas energi internasional.

Melalui partisipasi dalam ADIPEC 2026, Indonesia berupaya memperkuat posisi industri hulu migas nasional di pasar global, menarik investasi baru, serta mendorong pemanfaatan potensi sumber daya energi untuk mendukung kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Laporan (Iskandar)