Batam  

FKUB Gelar Dialog Lintas Agama dan Kaderisasi Kepemudaan di Kantor Pemko Batam

Avatar photo

Bataminfo.co.id, Batam – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kota Batam bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kota Batam menggelar Dialog Kerukunan dalam rangka menuju kerukunan pemuda lintas agama di kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Rabu, (25/5/2022).

Dialog yang digelar di Ruang Hang Nadim, Kantor Pemerintah Kota (Pemko) Batam ini bertujuan untuk mengkaderisasi Pemuda lintas agama yang berjiwa pancasila dan agamis, sebagai pembibitan dan pembentukan karakter melalui program berkesinambungan Kesbangpol, bertujuan untuk menjalankan fungsi supporting role bagi FKUB serta sebagai agen kerukunan dalam skala lingkungan (Peer Education).

Forum ini dihadiri oleh 75 peserta, perwakilan dari sejumlah Lembaga Agama seperti; Majelis Ulama Indonesia (MUI) wilayah Kepri, Nahdlatul Ulama (NU), Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) wilayah Kepri, Persekutuan Gereja-Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI), Persatuan Gereja-gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII), kemudian perwakilan dari Katolik, Budha, Hindu dan Khonghucu.

Dialog ini dibuka dengan sambutan dari Walikota Batam yang diwakili oleh Asisten Pemerintah, Yusfa Hendri. Dia mengajak peserta yang hadir agar mencotohi para leluhur dalam menjaga toleransi antar umat beragama. Kata dia, masyarakat harus jeli dalam menerima dan mengkonsumsi setiap isu yang berkembang.

“Kita berharap, apa yang sudah dicontohkan oleh para pendahulu kita, mari kita teruskan. Jika adapun perbedaan, mari kita bersama menyikapi dengan etika yang baik. Selama ini pun terjadi, itu bukan perbuatan kelompok yang membawa etnis ataupun agama melainkan individu. Untuk itu, mari bersama kita jaga toleransi dan kerukunan yang ada,”tuturnya.

Selanjutnya, Ketua FKUB kota Batam, Chabbulah Wibisono yang merupakan pemateri pertama mengatakan, untuk menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama, masyarakat harus memahami terlebih dahulu ajaran agamanya masing-masing. Dia menegaskan kepada peserta lintas agama agar terbiasa menolong orang yang membutuhkan.

“Dari masing-masing agama harus memahami ajaran agamanya. Misalnya kita harus tau kapan waktunya teman atau saudara kita dari agama lain beribadah. Ataupun sebaliknya. Agar ada kerukunan, dan tidak terjadi konflik. Jika ada tetangga kita yang kelaparan atau membutuhkan dan kira kelebihan, harus berbagi! Jangan dibiarkan. Saya juga ada sampaikan ke Pak Walikota, agar kesenjangan sosial di kota  Batam jangan terlalu melebar. Jangan sampai ini menjadi penyebab konflik antar umat beragama,” ucap Chabbullah yang juga merupakan Rektor Universitas Batam (Uniba).

Hal senada dituturkan oleh Ketua Umum MUI Kepri, Bambang Maryono selaku pemateri kedua dalam dialog ini. Menurutnya, ketidakrukunan antar umat beragama itu terjadi akibat kurangnya pemahaman terhadap agama masing-masing. Selain itu kata dia, kurangnya literasi menjadi faktor memicu hal tersebut. Dia berharap, dialog-dialog lintas agama ini dapat berlanjut dengan tujuan untuk membangun komunikasi yang baik serta toleransi beragama.

“Kerukunan itu tidak ada bila kita tidak paham tentang agama kita. Begitupula dengan radikalisme itu terjadi akibar kurangnya pemahaman terhadap ajaran agama. Apapun agama kita, kita harus punya roh agama itu. Sehingga kita bisa menjaga kerukunan antar umat beragama. Lalu, literasi juga penting. Semakin banyak kita membaca, maka semakin bertambah pemahaman kita. Saya berharap masyarakat kota Batam tetap dan selalu rukun. Kedepannya dialog seperti ini tetap ada untuk kita saling sharing satu dengan yang lain,” kata dia.

Usai dialog, Panitia yang terbentuk dari FKUB kota Batam ini meminta kepada perwakilan lembaga agama untuk terlibat dalam Kader Kepemudaan dibawa naungan FKUB yang berkesinambungan dengan Kesbangpol, untuk merealisasi program-program lintas agama demi Batam yang rukun dan damai. (non)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *