Kepergian Daeng Rusnadi, Warisan Pengabdian untuk Natuna Tak Pernah Usai

Avatar photo
foto:Arsip/Ist

Bataminfo.co.id, Natuna – Langit Natuna seolah ikut merunduk, menyelimuti duka atas kepergian sosok yang pernah menjadi nahkoda daerah ini. Daeng Rusnadi telah berpulang, meninggalkan jejak pengabdian yang tak mudah dilupakan oleh masyarakat di wilayah perbatasan tersebut.

Beliau merupakan Bupati Natuna Ke 2, Memimpin daerah ini sejak 19 April 2006 dan berakhir hingga 21 Desember 2009, bukan hanya di Eksekutif Beliau pernah duduk di kursi legislatif menjadi Ketua di DPRD Kabupaten Natuna pada masa Jabatan 1999-2004 dengan gubernur kala itu yaitu PJ Ismeth Abdullah.

Bagi banyak orang, ia bukan sekadar mantan kepala daerah. Ia adalah figur yang hadir di tengah masyarakat, memahami denyut kehidupan di daerah yang jauh dari hiruk-pikuk pusat kekuasaan. Di masa kepemimpinannya, langkah-langkah pembangunan mulai dirintis, fondasi kemajuan perlahan diperkuat, dan harapan tentang Natuna yang lebih maju mulai ditanamkan.

Duka itu terasa begitu dekat Bupati Natuna saat ini, Cen Sui Lan, menyampaikan belasungkawa dengan nada haru. Dalam sambutannya, ia mengenang almarhum sebagai salah satu putra terbaik daerah sosok yang telah memberikan dedikasi nyata bagi tanah kelahirannya.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Natuna, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya,” ucapnya (1/5/2026).

Almarhum adalah pemimpin yang mendedikasikan hidupnya untuk masyarakat dan pembangunan daerah.

Kenangan tentang Daeng Rusnadi tidak berhenti pada jabatan yang pernah ia emban. Lebih dari itu, ia meninggalkan warisan berupa semangat membangun wilayah perbatasan, wilayah yang bukan hanya penting bagi masyarakat lokal, tetapi juga memiliki arti strategis bagi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kepergiannya menjadi kehilangan yang terasa luas. Bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat yang pernah merasakan sentuhan kebijakannya. Namun di tengah kesedihan, ada ajakan untuk menerima dengan ikhlas bahwa setiap kehidupan pada akhirnya kembali kepada Sang Pencipta,”ujarnya.

Doa pun mengalir, menyertai kepergian almarhum. Harapan agar segala amal ibadahnya diterima, segala khilaf diampuni, dan ia ditempatkan di sisi terbaiknya.

“Bagi keluarga yang ditinggalkan, doa dan harapan juga disampaikan agar diberikan ketabahan dalam menghadapi kehilangan ini. Sementara bagi Natuna, jasa dan pengabdian Daeng Rusnadi akan tetap hidup, menjadi bagian dari perjalanan panjang pembangunan daerah,”ucapnya.

Di ujung pernyataannya, Cen Sui Lan mengajak seluruh masyarakat untuk menundukkan kepala sejenak, mengirimkan doa terbaik. Sebab, bagi seorang pemimpin yang telah mengabdikan hidupnya, kenangan bukan sekadar cerita melainkan warisan yang akan terus mengalir, menjadi amal jariyah yang tak terputus oleh waktu.

Laporan (Is)