TNI AL Tegas Berantas Pengeboman Ikan di Natuna, Ekosistem Laut Terancam

Avatar photo

Bataminfo.co.id, Natuna – Riak laut di perairan Pulau Tiga dan Midai tak lagi sekadar membawa kabar tentang hasil tangkapan nelayan. Belakangan, gelombang itu turut mengantarkan keresahan—dugaan praktik pengeboman ikan yang viral dan mengancam kelestarian laut Natuna.

Di balik keindahan bawah laut yang selama ini menjadi tumpuan hidup masyarakat pesisir, tersimpan ancaman nyata. Ledakan bahan peledak yang digunakan untuk menangkap ikan bukan hanya menghentikan kehidupan sesaat, tetapi juga merusak terumbu karang yang membutuhkan puluhan tahun untuk pulih.

TNI Angkatan Laut pun tak tinggal diam. Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Ranai, Kolonel Laut (P) Ady Dharmawan, menegaskan komitmen pihaknya untuk bertindak tegas. Dalam waktu dekat, patroli akan diperketat dan pengawasan di titik-titik rawan akan ditingkatkan.

“Ini bukan pelanggaran biasa. Dampaknya sangat besar terhadap ekosistem laut dan kehidupan nelayan. Kami akan turun langsung dan menindak tegas sesuai hukum,” ularnya 15 April 2026.

Bagi masyarakat Natuna, laut bukan sekadar bentang alam, melainkan sumber penghidupan. Kerusakan yang terjadi hari ini bisa menjadi ancaman panjang bagi generasi mendatang. Hal ini pula yang disuarakan oleh Aprizal, seorang aktivis pemerhati kelautan.

Menurutnya, praktik pengeboman ikan adalah bentuk kejahatan lingkungan yang tidak bisa ditoleransi. Selain merusak ekosistem, tindakan ini juga menggerus masa depan ekonomi nelayan tradisional.

“Kalau dibiarkan, anak cucu kita hanya akan mewarisi laut yang rusak. Ini bukan hanya soal hari ini, tapi soal masa depan,” tegasnya.

Ia pun mendorong adanya pengawasan terpadu yang melibatkan semua pihak—mulai dari aparat, pemerintah, hingga masyarakat pesisir. Sebab, menjaga laut bukan hanya tanggung jawab satu institusi, melainkan kerja bersama.

“Kini, harapan kembali bergantung pada langkah nyata di lapangan. Patroli yang diperketat dan sinergi lintas pihak diharapkan mampu menghentikan praktik ilegal ini, sekaligus menjaga Natuna tetap menjadi rumah bagi kehidupan laut yang lestari dan sumber penghidupan yang berkelanjutan,”tutupnya.

Laporan (Is)