‎Mobil Alphard Jadi Saksi Jejak Mewah Komplotan 210 WNA Penipu di Apartemen Baloi View

Avatar photo
Arsip BI



‎Bataminfo.co.id, Batam – Aktivitas ratusan Warga Negara Asing (WNA) di Apartemen Baloi View, Kota Batam, perlahan mulai terungkap. Di balik jeruji pengawasan ketat imigrasi, terselip fakta menarik mengenai gaya hidup mewah para pelaku yang digunakan untuk memuluskan operasional mereka selama di Batam.

‎Salah satu yang paling mencolok adalah kehadiran unit mobil mewah jenis Toyota Alphard yang kerap terparkir gagah di lobi apartemen tersebut. Berdasarkan penelusuran, mobil mewah berwarna hitam dengan plat nomor hijau (kawasan perdagangan bebas/FTZ) tersebut diduga kuat merupakan kendaraan operasional sang otak pelaku yang berinisial A beserta jajaran intinya.

‎Sumber Bataminfo.co.id di lapangan menyebutkan bahwa mobil tersebut tidak dimiliki secara pribadi, melainkan disewa dari sebuah jasa rental kendaraan di kawasan Tiban, Batam. Penggunaan mobil premium ini diduga sebagai bagian dari strategi komplotan untuk menjaga citra sebagai pengusaha atau ekspatriat kelas atas, guna menghindari kecurigaan warga sekitar maupun petugas.

‎”Mobil Alphard itu sering sekali terlihat standby. Ternyata itu mobil rental dari Tiban yang digunakan oleh inisial A. Kalau orang lihat mobil begitu, pasti mikirnya itu pengusaha penting, bukan komplotan scammer,” ujar salah satu saksi yang enggan disebutkan namanya.


‎Sebagai informasi, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam sebelumnya telah melakukan penggerebekan besar-besaran di Apartemen Baloi View. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan sedikitnya 210 WNA yang mayoritas berasal dari China.

‎Berikut adalah poin-poin penting terkait penangkapan tersebut, 210 Orang (Mayoritas laki-laki dan beberapa perempuan). WNA tersebut menjalankan praktik love scamming dan penipuan daring (online scam) berskala internasional.

‎Dalam aksi penggerebekan tersebut petugas mengamankan ratusan unit ponsel pintar, laptop, alat server, serta dokumen keimigrasian yang menyalahi izin tinggal.

‎Para WNA menempati beberapa lantai sekaligus di Apartemen Baloi View yang disewa secara berkelompok.


‎Saat ini, ke-210 WNA tersebut telah diamankan di Rumah Detensi Imigrasi guna pemeriksaan lebih lanjut. Pihak berwenang tengah mendalami keterlibatan pihak lokal yang membantu penyediaan fasilitas, termasuk penyedia jasa rental mobil Alphard yang digunakan para pelaku.

‎Kasus ini menjadi salah satu penangkapan WNA terbanyak di Batam dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menjadi peringatan bagi pengelola properti dan penyedia jasa transportasi untuk lebih selektif dalam menerima penyewa atau pelanggan asing.