Bataminfo.co.id, Tanjungpinang – Keterbatasan dukungan anggaran tak menyurutkan semangat atlet Jujitsu Kabupaten Lingga untuk berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau 2026. Berangkat menggunakan biaya pribadi tanpa bantuan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), tim Jujitsu Lingga justru mampu membuktikan kualitasnya dengan membawa pulang lima medali.
Prestasi tersebut menjadi catatan tersendiri. Di tengah keterbatasan dukungan pembiayaan, para atlet tetap mampu bersaing dengan kontingen dari kabupaten/kota lain dan mempersembahkan tiga medali perak serta dua medali perunggu.
Pertandingan cabang olahraga jujitsu berlangsung di Vihara Avalokitesvara Graha, Kota Tanjungpinang. Lima daerah turut ambil bagian, yakni Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, dan Lingga.
Tiga medali perak berhasil disumbangkan Zainal Prayoga pada kelas 48 kilogram, Adi Guna Iskandar di kelas 56 kilogram, serta Michaeel Jhon Edi pada kelas 62 kilogram.
Sementara dua medali perunggu diraih Fery Eka Putra pada kelas 77 kilogram dan Vatawari di kelas 85 kilogram.
Pelatih PBJI Kabupaten Lingga, Muhammad Imam Handoko, mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, hasil ini merupakan buah dari kerja keras, latihan, dan semangat juang para atlet yang tetap bertanding meski harus menghadapi keterbatasan biaya.
“Alhamdulillah, sangat bersyukur atlet jujitsu Lingga berhasil meraih tiga medali perak dan dua perunggu,” kata Handoko, Sabtu (7/11/2026).
Namun, di balik capaian tersebut, terdapat persoalan yang menjadi perhatian. Handoko mengungkapkan bahwa keberangkatan tim Jujitsu Lingga ke ajang olahraga tingkat provinsi itu menggunakan biaya pribadi karena tidak mendapatkan dukungan anggaran dari KONI.
“Meski berangkat dengan modal sendiri tanpa bantuan dari KONI, kami tetap bisa bersaing dengan kabupaten dan kota lain di Kepri,” tegasnya.
Kondisi tersebut menjadi ironi tersendiri. Atlet yang membawa nama Kabupaten Lingga di ajang olahraga provinsi harus berjuang dengan pembiayaan mandiri, tetapi tetap dituntut menunjukkan prestasi dan mengharumkan daerah.
Meski belum berhasil mempersembahkan medali emas, Handoko berharap capaian lima medali ini dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan prestasi pada kompetisi berikutnya.
“Mungkin hari ini belum mendapatkan emas. Mudah-mudahan pada kesempatan berikutnya kami bisa meraih hasil yang lebih baik,” tutupnya.
Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa keterbatasan anggaran bukan alasan bagi atlet untuk berhenti berjuang. Namun, keberhasilan tersebut juga diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait agar pembinaan dan dukungan terhadap atlet daerah mendapat perhatian yang lebih serius.
(Budi)











