Asa Nenek Penjual Keripik Antar Cucu Disabilitas Berobat ke Batam

Avatar photo

Bataminfo.co.id, Lingga- Di sebuah gang sempit bernama Gang Antik 5, Jalan Gergas, Kelurahan Dabo Lama, Kota Dabo Singkep, ada sebuah rumah sederhana milik nenek Sarilah.
‎
‎Di rumah itu, tidak ada kemewahan. Yang ada hanya seorang nenek yang setiap hari merawat cucunya Malakatami Anugrah seorang anak piatu yang hidup dengan keterbatasan disabilitas.
‎
‎Setiap hari, nenek Sarilah berjuang dalam diam. Mengurus, menjaga, dan berharap cucunya bisa mendapatkan pengobatan yang layak. Tapi jarak dan biaya menjadi tembok besar.
‎
‎Untuk berobat ke Batam, mereka butuh lebih dari sekadar doa. Mereka butuh uluran tangan. Dan uluran tangan itu datang pada Rabu (4/11/2026) sore pukul 15.30 WIB, suasana Gang Antik 5 yang biasanya tenang menjadi sedikit ramai
‎
‎Datang bukan sebagai pejabat, tapi sebagai keluarga. Kapolres Lingga AKBP Ahmad Andi Suryadi datang bersama Ps Kapolsek Dabo Singkep Iptu Rosy H Pardede, Ps Kanit Binmas Aiptu Jefry Zona Smoza dan Bhabinkamtibmas Briptu Benzamin Ginting.
‎
‎Mereka tidak datang dengan rombongan besar. Mereka datang untuk duduk, mendengarkan. Di ruang tamu rumah Ibu Syarila, tidak ada bahasa laporan. Yang ada hanya percakapan dari hati ke hati.
‎
‎”Apa kendalanya, Nek? Apa yang membuat Ibu sulit membawa Malakami berobat?,” tanya AKBP Ahmad Andi Suryadi.
‎
‎Nenek Sarilah lantas bercerita tentang perjalanan yang jauh, tentang biaya, tentang rasa khawatirnya sebagai seorang nenek yang ingin melihat cucunya sembuh. Kapolres dan jajarannya mendengarkan sampai selesai.
‎
‎Di saat itulah, janji itu diucapkan. Bukan janji di atas kertas, tapi janji untuk mengantar Malakami berobat ke Batam. Itulah wujud nyata dari slogan Kapolri “Polisi Bersama Masyarakat”.
‎
‎Pagi yang Mengharukan di Pelabuhan Jagoh
‎
‎Keesokan harinya, Kamis (5/11/2026) pukul 06.30 WIB, pagi masih sangat dini. Namun di depan rumah nenek Sarilah sudah ada yang bersiap.
‎
‎Bukan hanya polisi. Ada juga Ketua RT 02 Dabo Lama, Pak Akmal, dan 7 orang perwakilan masyarakat yang ikut mengantar.
‎
‎Nenek Sarilah menggandeng tangan Malakatami Anugrah dengan erat. Di tangan yang lain, ia membawa tas kecil berisi harapan. Langkah mereka menuju Pelabuhan Jagoh dikawal langsung oleh Polsek Dabo Singkep.
‎
‎Di pelabuhan, suasana terasa mengharukan. Sebelum berangkat, Kapolres Lingga melalui jajarannya memberikan santunan untuk membantu biaya pengobatan Malakami di Batam. Bukan soal besarnya, tapi soal ketulusannya.
‎
‎Tidak ada tangis. Yang ada hanya senyum dan ucapan terima kasih yang berulang-ulang dari seorang nenek.
‎
‎”Terima kasih, Pak. Terima kasih sudah peduli sama cucu saya,” ucap nenek yang sehari-harinya menjual keripik ubi ini.
‎
‎Kalimat sederhana itu, yang membuat semua yang hadir pagi itu menahan haru.
‎
‎Polisi yang Hadir Sebagai Pelindung, Pengayom, dan Pelayan
‎
‎Bagi Polsek Dabo Singkep, kegiatan ini bukan sekadar laporan tugas. Ini adalah tentang bagaimana Polri hadir bukan hanya saat ada masalah, tapi juga saat ada warga yang butuh didengarkan.
‎
‎Bhabinkamtibmas Briptu Benzamin Ginting yang setiap hari bertugas di Kelurahan Dabo Lama tahu betul kondisi keluarga ini. Ia yang menjadi jembatan, hingga akhirnya bantuan ini bisa sampai.
‎
‎Dengan hadirnya Polri di tengah masyarakat sebagai Pelindung, Pengayom, dan Pelayan, masyarakat Dabo Lama merasa aman dan nyaman.
‎
‎Dan pagi itu, di Pelabuhan Jagoh, kalimat itu terbukti benar. Kapal yang membawa nenek Sarilah dan Malakatami perlahan menjauh dari pelabuhan menuju Batam. Menuju harapan baru untuk kesembuhan.
‎
‎Di belakang mereka, polisi dan masyarakat masih berdiri, melambaikan tangan. Mendoakan agar perjalanan ini membawa kabar baik.
‎
‎Karena bagi mereka, tugas belum selesai sampai Malakami pulih. Dan bagi Nenek Sarilah, hari itu ia belajar satu hal yakni di Gang Antik 5 yang sempit itu, ia tidak pernah sendirian.
‎