Bataminfo.co.id, Batam— Pemadaman listrik secara besar-besaran (blackout) terjadi di Batam, Kepulauan Riau, pada Senin (12/10) pagi dan berlangsung hingga hampir 16 jam.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa pemadaman tersebut disebabkan oleh beberapa gangguan teknis pada jaringan listrik. Menurut penjelasan Bahlil di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (14/10), gangguan terjadi akibat faktor cuaca seperti petir hingga masuknya hewan ke gardu induk.
”Ada beberapa persoalan teknis di wilayah Batam, ada jaringan yang bermasalah karena petir. Dan menurut mereka (PLN), ada tiga kesalahan teknis. Salah satunya, ada hewan atau terkena kelelawar,” ujar Bahlil.
Selain membahas penyebab teknis, Bahlil juga mengungkapkan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan PLN mengenai kemungkinan pemberian kompensasi kepada para pelanggan yang terdampak pemadaman listrik tersebut.
”Saya nanti akan bicarakan terlebih dahulu dengan PLN, karena mereka yang paling tahu secara teknis implementasi di lapangan,” tambahnya.
Sementara itu berdasarkan fakta yang ada dilapangan, statement Bahlil terkait adanya gangguan petir memang tidak relevan.
Pasalnya pada Senin (12/10/26) saat blackout terjadi, wilayah batam dalam kondisi cuaca panas dengan kabut asap.
”Petir darimana, Batam panas kok pas blackout, aduh gimana ini menteri ESDM kok bisa-bisanya fakta cuaca juga diblurkan,” ujar Natali warga Batam.
Ditambah lagi hewan liar kelelawar yang disebut Bahlil berbanding terbalik dengan statement PLN Batam yang menyebut gangguan hewan liar disebabkan oleh monyet.
”Di Batam alasannya monyet, sampai Jakarta karena kelelawar, kacau ini,” ujar netizen di kolom komentar media sosial.
Warga Batam Tanyakan Keberadaan Petir dari Statement Bahlil Terkait Blackout











