Ratusan Ton Ikan Natuna Kantongi Sertifikat Kesehatan, Siap Berlayar ke Jakarta

Avatar photo

Bataminfo.co.id, Natuna – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) melalui Satuan Pelayanan Natuna menerbitkan Sertifikat Kesehatan Ikan dan Produk Ikan (KI-2) untuk pengiriman sebanyak 290,1 ton ikan dan produk perikanan dari Kabupaten Natuna menuju Jakarta.

Komoditas yang dikirim terdiri dari 176 ton ikan pelagis, 49,5 ton ikan karang, 6 ton ikan teri beku, 25,6 ton gurita, dan 33 ton cumi. Seluruh muatan diangkut menggunakan kapal KM Logistik Nusantara 4 dan KM ABG Kepri, dengan total nilai ekonomi mencapai Rp4,45 miliar.

Kepala Karantina Kepri, Hasim, menjelaskan bahwa sebelum sertifikat diterbitkan, seluruh komoditas wajib melalui serangkaian prosedur pemeriksaan sesuai ketentuan karantina.

“Tahap pertama adalah pemeriksaan administrasi, yakni mencocokkan dokumen dan permohonan yang diajukan oleh pengguna jasa melalui aplikasi PTK Online,”jelas Hasim Jum’at 26/62026.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik dan kesehatan media pembawa. Meskipun ikan yang dikirim dalam kondisi beku, kualitasnya tetap harus segar, layak, dan memenuhi persyaratan kesehatan.

“Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dan dipastikan tidak ditemukan Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK), Karantina Kepri menerbitkan Sertifikat Kesehatan Ikan dan Produk Ikan (KI-2). Sertifikat tersebut menjadi bukti bahwa komoditas yang dikirim telah memenuhi persyaratan kesehatan dan aman untuk dikonsumsi masyarakat,”ujar Hasim.

Hasim menegaskan, Karantina Kepri berkomitmen menjaga keamanan setiap komoditas hewan, ikan, tumbuhan, maupun produk turunannya yang dilalulintaskan, sehingga tetap sehat, aman, dan memenuhi standar yang berlaku.

Melalui slogan Perlindungan Maksimal, Pelayanan Optimal,Karantina Kepri terus memperkuat pengawasan sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan pelaku usaha.

“Karantina siap menjamin dan menjaga keamanan pangan yang dikirimkan. Kami selalu bersungguh-sungguh memastikan setiap komoditas aman sebelum sampai dan dihidangkan kepada masyarakat,” tutup Hasim.

Laporan (Is)