Karimun, Bataminfo.co.id – Bupati Karimun, Iskandarsyah, kembali menegaskan pentingnya semangat kebersamaan dan persatuan dalam membangun daerah. Menurutnya, tidak boleh ada lagi sekat antara warga tempatan dan pendatang, karena yang terpenting adalah kontribusi nyata dalam memajukan Kabupaten Karimun.
Pernyataan tersebut disampaikan Iskandarsyah usai menghadiri pelantikan pengurus Himpunan Keluarga Kabupaten Agam (HKAA) periode 2026–2029 di Gedung Pertemuan Masyarakat (PKSB) Karimun, Minggu (24/5/2026).





Dalam kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Kebersamaan, Mempererat Silaturahmi, dan Menjaga Persaudaraan dalam Suka Maupun Duka” itu, Nurhidayat resmi dikukuhkan sebagai Ketua HKAA Karimun.
“Bagi kami, yang paling penting itu bukan masalah dia pendatang atau bukan, dia lokal atau bukan. Tapi apa perannya. Peran itulah yang menjadi ukuran bagaimana kita bersama-sama memajukan daerah ini. Siapa pun dia, jika berperan dan berkontribusi, dialah yang memajukan Karimun,” tegas Iskandarsyah.
Ia mengapresiasi keberadaan berbagai organisasi paguyuban seperti HKAA, Ikatan Warga Sumatera Barat, hingga komunitas masyarakat Sumatera Utara yang selama ini hidup berdampingan dan ikut menjaga stabilitas sosial di Karimun.
Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam forum paguyuban bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari upaya membangun rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku maupun daerah asal.
“Kami butuh kebersamaan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman. Investor maupun wisatawan tidak akan datang jika daerah ini tidak kondusif. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus bersatu mendukung kemajuan Karimun,” ujarnya.
Iskandarsyah juga menekankan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya bergantung pada anggaran pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif masyarakat serta sektor swasta.
Sementara itu, Ketua HKAA Karimun yang baru dilantik, Nurhidayat, menyampaikan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Karimun dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data organisasi, sekitar 21 ribu warga asal Sumatera Barat menetap di Karimun, dan sekitar 2.000 Kepala Keluarga di antaranya berasal dari Kabupaten Agam yang tersebar di 14 kecamatan se-Kabupaten Karimun.
“Jumlah ini bukan sekadar angka, tetapi potensi besar dan aset daerah yang harus ikut berkontribusi membangun Karimun. Kami siap mendukung program-program pemerintah dan membantu semampu kami,” kata Nurhidayat.
Menurutnya, hubungan antara HKAA dan Pemerintah Kabupaten Karimun selama ini terjalin baik dan penuh komunikasi. Ia memastikan koordinasi dengan pemerintah akan terus diperkuat demi kepentingan masyarakat luas.
Selain mempererat silaturahmi dan persaudaraan antarwarga Agam, HKAA juga menjadikan pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai program prioritas kepengurusan ke depan.
“Dalam kondisi ekonomi saat ini, kami ingin menghadirkan peluang usaha dan membantu meningkatkan kesejahteraan warga. Karena persaudaraan yang kuat juga harus ditopang ekonomi yang baik,” jelasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi paguyuban, Karimun optimistis mampu terus berkembang menjadi daerah yang aman, nyaman, harmonis, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat tanpa memandang asal-usul maupun latar belakang.











