Dugaan Upah Rendah hingga Tak Ada Kantin di PT Celluler Workshop Indonesia Jadi Sorotan Warga Net

Avatar photo
Ket foto : pekerja pt celular workshop indonesia

Bataminfo.co.id, Batam — Keluhan soal kondisi kerja di PT Celluler Workshop Indonesia, Sekupang, tidak hanya datang dari pekerja di lapangan. Gelombang kritik juga membanjiri kolom komentar media sosial, khususnya di Instagram Bataminfo.co.id. Warganet secara kolektif menyoroti dugaan buruknya fasilitas kerja hingga persoalan upah yang dinilai jauh dari standar.

Dalam pantauan komentar, banyak pengguna menyuarakan keprihatinan atas kondisi ratusan pekerja yang disebut harus makan di jalur hijau karena tidak tersedianya kantin. Situasi ini dinilai bukan sekadar tidak layak, tetapi juga membahayakan.

“Udah lapar terus kena matahari jam 12, yang darah rendah mau nyebrang, apa gak bahaya,” tulis salah satu warganet.

Keluhan tersebut sejalan dengan kondisi di lapangan, di mana pekerja harus menyeberangi jalan raya yang padat tanpa fasilitas penunjang keselamatan demi sekadar mencari tempat makan. Bahkan, ada yang menyebut aktivitas itu sebagai “taruhan nyawa demi sepiring nasi.”

Tak hanya soal fasilitas, isu pengupahan juga menjadi sorotan tajam. Sejumlah warganet mengaku mengetahui langsung kondisi pekerja yang diduga menerima upah harian jauh di bawah standar.

“Dari jam 8 pagi sampai jam 10 malam cuma dapat 175 ribu, mantap gak?” tulis akun lain, menyindir kondisi tersebut.

Komentar lain menyebut, “Kerja 12 jam gaji 100 ribu,” hingga ada yang menegaskan, “Kalau tidak bisa bayar sesuai UMK, jangan pakai nama PT.”

Nada kekecewaan bahkan berubah menjadi kemarahan. Beberapa komentar secara terang-terangan menyebut perusahaan tidak manusiawi dalam memperlakukan pekerja.
Di sisi lain, warganet juga ramai-ramai menandai akun Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, mendesak agar segera dilakukan inspeksi mendadak (sidak).

“Padahal kantor Disnaker dekat, kalau gak turun sidak keterlaluan sih,” tulis salah satu komentar.

“@disnakerbatam tolong dicek pak,” sahut lainnya, mempertegas tuntutan publik.
Selain itu, muncul pula kritik terkait minimnya fasilitas pendukung seperti area parkir hingga larangan berjualan di sekitar perusahaan, yang semakin memperburuk kondisi pekerja saat jam istirahat.

“PT-nya gak ada kantin, di luar juga gak boleh jualan. Mau makan di mana?” tulis seorang warganet, menggambarkan kebuntuan yang dihadapi para buruh.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa persoalan di PT Celluler Workshop Indonesia tidak lagi menjadi isu internal, melainkan telah menjadi perhatian publik luas. Tekanan dari masyarakat pun semakin menguat agar pemerintah, khususnya Disnaker Batam, segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Celluler Workshop Indonesia belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan ketiadaan fasilitas kantin maupun sistem pengupahan yang dipersoalkan publik.

Desakan pun kian keras: sebelum jatuh korban di jalan raya, penanganan nyata dinilai tak bisa lagi ditunda.

(Budi)