Bataminfo.co.id, Batam – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bintang Marchavidi Utama (BMU) Batam kembali menggelar kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Operator Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tahun 2026.
Pelatihan dan Sertifikasi ini merupakan program kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Batam.
Kegiatan ini telah dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Disnaker Kota Batam, Muh Zaini, pada 23 April 2026 lalu, dan ditutup pada Senin, 4 Mei 2026 di Hotel Sahid Batam Center.
Pelatihan ini diketahui berlangsung selama dua belas (12) hari, yang diikuti oleh sebanyak 60 peserta.
Selama 12 hari pelatihan tersebut, peserta diberi bekal materi dari para pemateri yang kompeten di bidangnya.
Pimpinan sekaligus CEO PT Bintang Marchavidi Utama, Devina Rachmawati dalam kesempatan ini mengatakan bahwa, 60 peserta yang telah mengikuti pelatihan sejak awal itu telah dinyatakan kompeten atau lulus.
“Pelatihan kita berlangsung selama 12 hari, ada 60 peserta. Alhamdulilah semuanya kompeten. Di Perusahaan itu dibutuhkan safety officer. Jadi saya berharap Bapak, Ibu pakai ilmu itu untuk nanti melamar kerja,” ucap Devina saat memberi sambutan dalam acara penutupan siang tadi.
Materi tak hanya berfokus pada K3, melainkan peserta juga dibekali dengan cara agar tetap fokus serta mengenai kedisiplinan dan etika saat berada di lingkup kerja.
“Semua peserta hebat. Tapi di lingkup kerja bukan pintarnya saja yang dibutuhkan, tapi juga kedisiplinan dan etika yang baik. Kalau pintar tapi attitide-nya tak baik akan sulit juga diterima di perusahaan,” tuturnya.
Selain itu, ia juga meminta kepada seluruh peserta agar tetap berada di dalam Grup WhatsAp yang telah dibentuk sejak awal agar terus berkomunikasi dan berbagi informasi.
Ia berharap, para peserta yang telah teruji ini kedepan mendapatkan pekerjaan sesuai kompetensi yang kini dimiliki melalui pelatihan tersebut.
“Kami dari LPK BMU juga berharap, seluruh peserta yang ada saat ini segera dapat kerja. Dan kalau bisa jangan keluar dari grup, agar kita juga bisa komunikasi dan pantau perkembangan Bapak, Ibu semua. Yang sudah dapat kerja bisa sampaikan di grup. Yang belum juga, jadi kita bisa terus saling membantu memberi informasi mengenai lowongan kerja,” harapnya.
Selanjutnya, dua orang yang ditunjuk sebagai Ketua, yaitu Mansur Riadin dan Wakil Ketua Kelas, Ala Yolanda untuk memimpin para peserta selama pelatihan berlangsung, dalam kesempatan ini turut mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Dinas Tenaga Kerja Kota Batam dan juga LPK BMU sebagai penyelenggara pelatihan.
“Saya terharu. Saya dan teman-teman berterima kasih banyak kepada Disnaker Batam dan juga LPK BMU yang telah menyelenggarakan pelatihan ini bagi kami, yang akan sangat berguna buat kami. Mungkin kalau tidak ada ini, kita semua tidak akan dapat sertifikat yang sngat berharga ini. Terima kasih,” ucap Yolanda, melanjutkan ungkapan dari Mansur.
Pada kesempatan yang sama, sekaligus dalam momen kebersamaan terakhir ini, Kepala Bidang Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Disnaker Kota Batam, Muh Zaini yang juga turut hadir, tampak menyapa dan memberi motivasi bagi para peserta.
Muh Zaini menyebut, di Batam sendiri ada dua faktor yang menyebabkan angka pengangguran semakin meningkat.
“Tiap tahun anak yang lulus SMA atau pergurun tinggi rata-rata 20 ribu orang. Selain itu, angka migrasi juga sangat tinggi. Jadi dua faktor inilah yang menyebabkan Batam itu memiliki angka pengangguran yang tinggi,” paparnya.
Ia mengatakan, selain itu masuknya investor ke Batam juga termasuk salah satu faktor. Menurutnya, dengan bertambahnya investor liar yang berinvestasi di Batam, maka akan menjadi solusi untuk memecahkan persoalan pengangguran di Kota ini.
“Selain dari memberikan kompetensi bagi anak-anak Batam, ini juga dipengaruhi oleh faktor investasi. Jadi kalau investasi tinggi kemudian banyak usaha-usaha yang dibuka di Kota Batam, maka peluang kerjanya itu semakin banyak,” ucapnya.
Ia berharap, setelah pelatihan ini para peserta yang kini telah dinyatakan kompeten, segera mendapatkan pekerjaan.
“Sebagai seorang operator K3 yang nantinya jadi staf officer di perusahaan masing-masing, mudah-mudahan setelah ini melamar bisa dapat kerja semua. Karena kalau sudah bekerja, kami sudah selesai. Tapi kalau belum bekerja juga, kami masih punya beban. Apalagi sudah dilatih masih nggak kerja juga kan bisa jadi masalah,” ujarnya sembari memotivasi peserta.
Moh Zaini juga mengajak para peserta agar mampu beradaptasi dan harus memiliki rasa percaya diri.
Selain itu, Ia pun mendorong peserta agar menambah pengetahuan pendukung yang lain seperti bahasa asing, agar semakin memperkuat mereka saat melamar kerja.
“Setelah ini harus memiliki keprcayaan diri.
Kemudian harus memiliki jiwa kompetisi.
Tidak malas-malasan, tidak hanya menunggu. Selain itu, tambahkan lagi dengan kemampuan pendukung lainnya seperti bahasa asing. Kalau bisa dua bahasa lebih baik lagi. Tapi minimal bahasa inggris harus bisa,” tuturnya.
Pada hari terakhir kegiatan ini, Disnaker Batam bersama LPK BMU juga memberikan hadiah kepada para peserta. Selain itu, secara khusus bagi kelompok terbaik, sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat para peserta tersebut. Kegiatan ini kemudian diakhiri dengan foto bersama.











