Peringati Hari Pers Sedunia: Jurnalis Batam Sampaikan 6 Tuntutan depan Kantor Pemko

Avatar photo
Fot: ArsipBI

Bataminfo.co.id, Batam— Puluhan jurnalis bersama elemen masyarakat sipil menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD dan Pemerintah Kota Batam, Senin (4/5/2026), dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia.

Salah satu momen yang paling menyita perhatian dalam aksi tersebut adalah pertunjukan teatrikal yang menggambarkan pembungkaman kebebasan pers. Dalam adegan itu, seorang jurnalis berdiri dengan mulut dilakban hitam, sementara tangannya ditarik oleh sosok berpakaian pejabat yang memegang kertas bertuliskan “rilis”. Adegan ini menjadi simbol tekanan dan intervensi terhadap kerja jurnalistik.

Aksi yang diinisiasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Batam ini turut diikuti oleh sejumlah organisasi profesi, antara lain Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Wartawan Online (IWO), Pewarta Foto Indonesia (PFI), jurnalis perempuan, serta berbagai elemen masyarakat sipil.

Koordinator lapangan yang juga Ketua AJI Kota Batam, Yogi Eka Syahputra, menegaskan bahwa ancaman terhadap jurnalis tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga tekanan non-fisik yang mengarah pada pembatasan kebebasan berekspresi.

“Kami menuntut semua pihak menghentikan segala bentuk kekerasan dan intimidasi terhadap jurnalis, termasuk intervensi dalam proses penulisan berita,” ujarnya.

Selain itu, massa aksi juga menyoroti praktik intimidasi tidak langsung yang dinilai masih kerap terjadi dan berpotensi mengganggu independensi pers. Mereka mendesak perusahaan media untuk memberikan upah yang layak kepada jurnalis sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Jurnalis yang sejahtera akan bekerja lebih profesional dan berkontribusi pada kualitas demokrasi yang lebih baik,” tambah Yogi.

Penolakan terhadap praktik swasensor turut menjadi salah satu tuntutan utama. Para peserta aksi menegaskan bahwa jurnalis bekerja untuk kepentingan publik, sehingga kebebasan dalam menyampaikan fakta harus dijamin tanpa intervensi.

Aksi ini juga menjadi seruan kepada masyarakat sipil agar tidak ragu menyuarakan pendapat sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.

Sementara itu, Ketua PWI Batam, Muhammad Khafi Anshary, menyampaikan bahwa momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia seharusnya menjadi refleksi bersama atas kondisi kebebasan pers saat ini.

“Kebebasan pers mungkin tampak kuat dalam slogan, tetapi masih menghadapi tantangan nyata di lapangan. Perlu dipahami bahwa di balik setiap berita ada jurnalis yang bekerja mengadaikan nyawanya demi menyampaikan suara masyarakat,” ujarnya.

Aksi berlangsung damai meskipun sempat terjadi cekcok dengan kepolisian yang meminta aksi tidak dilaksanakan di depan Pemko Batam.

6 Tuntutan Aksi Massa*

Dalam momentum ini, jurnalis yang tergabung dalam AJI Kota Batam menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

1. Mendesak seluruh pihak menghentikan praktik kekerasan terhadap jurnalis. Setiap sengketa pemberitaan harus diselesaikan melalui mekanisme yang diatur oleh Dewan Pers.
2. Menolak segala bentuk pembungkaman terhadap jurnalis, baik secara fisik maupun non-fisik.
3. Mendesak perusahaan media untuk tidak melakukan swasensor terhadap karya jurnalistik yang merugikan kepentingan publik.
4. Menuntut perusahaan pers memberikan upah layak bagi jurnalis sebagai bentuk penghormatan terhadap profesionalisme.
5. Mendorong jurnalis untuk tetap bekerja secara profesional dan berpegang pada kode etik jurnalistik.
6. Menegaskan bahwa jurnalis bekerja untuk kepentingan publik dan masyarakat luas.