Uang THR Karyawan Raib dalam Fortuner, Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja: Segera Kami Ungkap!

Avatar photo


‎Bataminfo.co.id, Batam – Aksi pencurian dengan modus pecah kaca kembali terjadi di kawasan bisnis Newton, Nagoya, Kota Batam pada Rabu (05/03/2026). Seorang nasabah bank berinisial I menjadi korban, dengan total kerugian mencapai Rp375 juta.

‎Berdasarkan rekaman CCTV yang diperoleh, peristiwa tersebut terjadi di area parkir Kopitiam Laris, tepat setelah korban melakukan penarikan uang tunai dari Bank BCA Newton. Uang ratusan juta tersebut disimpan di dalam mobil Toyota Fortuner berwarna hitam.


‎Dalam rekaman kamera pengawas (CCTV) berdurasi singkat, terlihat dua orang pelaku yang menggunakan sepeda motor jenis matic telah memantau pergerakan korban sejak keluar dari bank. Pelaku tampak berhenti dan memantau situasi di sekitar mobil Fortuner hitam milik korban.

‎Memanfaatkan kelengahan korban yang sedang berada di area Kopitiam Laris, pelaku langsung beraksi memecah kaca mobil dan menggasak tas berisi uang tunai senilai Rp375 juta. Setelah berhasil mengambil uang tersebut, kedua pelaku langsung memacu sepeda motornya ke arah jalan raya dan menghilang dari pantauan kamera.

‎Identitas Pelaku dan Penyelidikan
‎Dari potongan gambar CCTV, salah satu pelaku terlihat mengenakan kaos berwarna gelap dan helm, sementara satu pelaku lainnya bersiap di atas motor matic. Keduanya tampak sangat tenang saat melakukan pemantauan sebelum akhirnya mengeksekusi aksi pencurian tersebut.

‎Pihak kepolisian saat ini tengah bergerak cepat untuk memburu para pelaku. Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval, menegaskan bahwa pihaknya sedang mendalami bukti-bukti yang ada.

‎”Dalam proses lidik, insyaallah mohon doanya segera kami ungkap,” ungkapnya saat dikonfirmasi.


‎Korban berinisial I diketahui baru saja melakukan transaksi perbankan sebelum singgah di lokasi kejadian. Pasca kejadian tersebut, korban langsung mendatangi kantor polisi untuk membuat laporan resmi. Ia sangat berharap pihak berwajib dapat segera meringkus pelaku, mengingat uang tersebut merupakan hak para pekerjanya.

‎”Kami sangat mengharapkan polisi dapat menangkap pelaku secepatnya, karena uang yang dicuri itu uang untuk membayar THR karyawan,” pungkas I.