Bataminfo.co.id, Batam – Jadwal penataan ulang dan rapid test masal di Pasar Tos 3000, Jodoh, Batam, kembali ditunda. Belum tau pelaksanaan pastinya kapan dilakukan. Pemerintah beralasan sampai kini masih menunggu kesepakatan dengan pengelola.
Penundaan ini membuat rencana penataan pasar yang menutup jalan tersebut terkesan maju mundur, beberapa kali dijadwalkan namun kemudian urung dilakukan.
Mulanya, rencana penataan dijadwalkan mulai 29 Juni 2020, selama 5 hari, tapi kemudian diundur menjadi 6 Juli 2020, dan terakhir sekarang ditunda lagi.
“Pengelola minta lakukan pembenahan sendiri disesuaikan dengan draf punya kami. Tapi ini jadwalnya belum tentu, karena kita melihat dulu hasil (rancangan) dari pengelola itu,” kata Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, Rabu(08/07/2020).
Gustian menjelaskan, penataan dan rapid test masal di kawasan pasar itu akan dilakukan secara bersamaan. Salah satu kendala pengelola dalam menata pasar itu kata dia adalah perihal kondisi cuaca.
Namun meskipun jadwal pelaksanaannya belum jelas, Gustian mengatakan kalau persiapan dari pihaknya sudah matang.
“Persiapan sudah matang, rapid nanti ada sekitar 2000 orang. Ini kan sekarang cluster (Covid-19) terakhir tinggal Pasar Tos 3000 saja,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Pemko Batam akhirnya mewacanakan, untuk melakukan penataan lapak para pedagang dengan melibatkan pihak swasta dalam hal ini pengelola pasar Tos 3000.
Dalam wacana tersebut Pemko Batam mengakui akan melakukan penyemprotan disinfektan, secara bergiliran dan dilakukan untuk per blok, serta pengadaan Rapid Test masal bagi para pedagang.
Sebelumnya rencana penolakan ini mendapat penolakan dari sebagian pedagan. Bahkan Seluruh pedagang sayur di pasar Tos 3000, Jodoh, Kota Batam, tetiba diminta waspada terhadap manuver pemerintah dalam menata ulang lokasi lapak mereka dengan alasan penanganan dan pencegahan Covid-19.
Permintaan ini muncul setelah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau disebut-sebut menggandeng pihak swasta dalam sosialisasinya bersama para pedagang.
“Dengan alasan Covid 19, pemerintah mengumpulkan pedagang sayur mayur di pasar Tos 3000, mengandeng pemilik Planet Holiday yaitu Karto cs. Tentu ada beberapa hal yang harus diwaspadai oleh kita dari manuver Gustian Riau tersebut,” kata Wirda Chan, salah seorang perwakilan pedagang di pasar Tos 3000, Jum’at (19/06/2020).
Menurut dia, ada yang tak beres sedang direncanakan atau sudah terjadi dapat merugikan para pedagang. Hal itu didapat sesuai berdasarkan informasi yang dia serap dari sejumlah rekam jejak.
Kata dia, dalam persoalan ini diduga ada sebuah rencana terstruktur dan berjalan sangat rapi. Dimainkan sesuai tahapan waktunya masing-masing. Dari pertama yaitu penetapan pasien positif, peraturan kedua adalah penertiban aturan, lalu ketiga yakni soal merambah luasan lapak dan meja.
“Dia (Gustian) sudah keliru menyatakan positifnya sejumlah pedagang bawang. Padahal fakta di lapangan tidak ada mereka yang ditangkap,” terangnya.
Untuk itu dia meminta, agar penderita di Tos 3000 harus diumumkan secara jelas dan terbuka. Mulai dari identitas hingga riwayat perjalanan juga dia rasa harus diberi tahu kepada warga melalui Internal. (nio)











