Bataminfo.co.id, Tanjungpinang – Sikap tegas dan berani yang ditunjukkan oleh Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Aziz Martindaz, saat Rapat Paripurna baru-baru ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari HIMA PERSIS Tanjungpinang-Bintan melalui Rahman, yang juga merupakan putra asli Kabupaten Lingga.
Menurut Rahman, apa yang disampaikan Bang Aziz Martindaz bukan sekadar luapan emosi sesaat, melainkan bentuk kejengkelan yang mencerminkan persoalan ketimpangan pembangunan yang selama ini dirasakan masyarakat. Ia menilai, Kabupaten Lingga masih membutuhkan perhatian serius, terutama dalam pembangunan dan pemerataan infrastruktur jalan. Sangat disayangkan apabila masyarakat di kampung halaman beliau masih merasa belum tersentuh pembangunan secara memadai.
Dalam keterangannya, Rahman juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh terus-menerus berlindung di balik alasan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, pemerintah harus lebih proaktif, inovatif, dan serius dalam memperjuangkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.
Selain itu, Rahman turut menyoroti kinerja empat Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kepulauan Riau di Senayan. Ia mempertanyakan sejauh mana para wakil rakyat tersebut telah memperjuangkan anggaran pembangunan dan memastikan aspirasi masyarakat di wilayah kepulauan serta perbatasan masuk dalam agenda prioritas pemerintah pusat.
“Jangan sampai masyarakat terus bertanya-tanya, apa yang benar-benar diperjuangkan oleh empat wakil kita di Senayan untuk daerah ini? Persoalan jalan, akses transportasi laut, dan infrastruktur dasar masih menjadi kebutuhan nyata masyarakat. Kami ingin melihat perjuangan yang konkret, bukan sekadar kehadiran dalam forum-forum formal,” tegas Rahman.
Melalui momentum ini, Rahman berharap seluruh pejabat terkait lebih serius mendengarkan aspirasi masyarakat. Proyek-proyek strategis yang masih membutuhkan kepastian, seperti perbaikan jalan di Kabupaten Lingga dan kejelasan pembangunan Pelabuhan Pekajang yang dinilai penting bagi konektivitas masyarakat pesisir serta pelayaran, harus mendapatkan perhatian dan tindak lanjut yang jelas. Masyarakat kepulauan tidak boleh terus-menerus menanggung dampak ketertinggalan infrastruktur akibat lambatnya realisasi pembangunan.
Di akhir keterangannya, Rahman turut melontarkan kritik kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terkait arah prioritas pembangunan daerah. Ia mempertanyakan apakah pembangunan yang benar-benar mendesak bagi masyarakat, seperti jalan yang layak di Kabupaten Lingga dan infrastruktur pendukung konektivitas antarpulau, telah ditempatkan sebagai prioritas utama dibandingkan proyek-proyek monumental.
“Jangan sampai kita lebih bersemangat membangun monumen yang megah, sementara persoalan jalan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat justru belum terselesaikan. Monumen dan simbol daerah tentu bisa memiliki nilai sejarah serta kebudayaan, tetapi jangan sampai pembangunannya mengesampingkan kebutuhan mendasar masyarakat. Apa artinya pembangunan yang terlihat megah jika masyarakat masih kesulitan melewati jalan yang layak dan akses antarpulau belum mendapatkan kepastian?” ujar Rahman.
Ia menegaskan bahwa kritik tersebut bukan berarti menolak pembangunan simbol sejarah dan kebudayaan, melainkan mengingatkan agar pemerintah memiliki skala prioritas yang berpihak pada kebutuhan rakyat. Menurutnya, pembangunan harus diukur bukan hanya dari megahnya bangunan yang dapat dilihat, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat hingga ke pelosok kepulauan.
“Pemprov Kepri harus menjelaskan keberpihakan anggarannya kepada masyarakat. Jangan sampai pembangunan tugu lebih mudah diwujudkan, sedangkan jalan, pelabuhan, dan infrastruktur dasar yang telah lama dinantikan masyarakat Lingga terus tertunda. Rakyat tidak hanya membutuhkan monumen untuk dikenang, tetapi juga jalan yang bisa dilalui, pelabuhan yang berfungsi, serta pembangunan yang benar-benar mereka rasakan. Inilah saatnya pemerintah membuktikan bahwa pemerataan pembangunan bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata bagi seluruh masyarakat Kepulauan Riau,” tutup Rahman.
(Budi)











