Bataminfo.co.id,Natuna — Hampir sembilan tahun sejak diresmikan, Asrama Mahasiswa Putra Kabupaten Natuna di Pontianak kini menghadapi berbagai persoalan fasilitas. Jaringan listrik yang mengalami kerusakan, sejumlah kamar yang bocor, serta kebutuhan air dan listrik yang masih ditanggung mahasiswa menjadi bagian dari kondisi yang mereka hadapi sehari-hari.
Asrama yang berada di Jalan Sepakat 2, Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, tersebut diresmikan pada 12 Desember 2017 oleh Bupati Natuna saat itu, Drs. H. A. Hamid Rizal, M.Si.
Sejak awal keberadaannya, asrama tersebut diharapkan menjadi tempat tinggal sekaligus ruang belajar bagi mahasiswa asal Kabupaten Natuna yang menempuh pendidikan di Pontianak. Namun, seiring berjalannya waktu, mahasiswa yang tinggal di dalamnya mengaku mulai merasakan keterbatasan fasilitas dan minimnya perawatan.
Pengurus Asrama Mahasiswa Putra Natuna Pontianak, Aris Kurniawan, mengatakan sejumlah kebutuhan dasar asrama saat ini masih harus ditanggung secara swadaya oleh mahasiswa.
“Untuk listrik dan air, itu semua dari mahasiswa. Kami patungan setiap bulan untuk membayar kebutuhan tersebut,” kata Aris Selasa (01/09/22026).
Menurut Aris, mahasiswa yang tinggal di asrama harus mengumpulkan iuran untuk memenuhi kebutuhan air dan listrik. Kondisi tersebut menjadi beban tambahan bagi mahasiswa yang pada saat bersamaan harus memenuhi kebutuhan pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
Ia menyebut pembayaran air dapat mencapai sekitar Rp1,5 juta, sedangkan kebutuhan pengeluaran lainnya dapat berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp700 ribu dalam satu minggu.
Jika seluruh kebutuhan tersebut dihitung dalam satu bulan, menurut Aris, pengeluaran yang harus ditanggung bersama mahasiswa dapat mencapai sekitar Rp3 juta per bulan.
“Kalau untuk perbaikan asrama, mungkin kami belum sanggup dari mahasiswa. Yang bisa kami lakukan untuk saat ini hanya membayar air dan listrik,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat mahasiswa berharap pemerintah daerah dapat kembali memperhatikan fasilitas asrama yang merupakan aset dan tempat tinggal mahasiswa asal Natuna di Pontianak.
Aris mengatakan persoalan kondisi asrama dan kebutuhan perbaikan sebenarnya telah beberapa kali disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Natuna.
Menurutnya, mahasiswa telah mengajukan proposal bantuan, termasuk pada 2024 dan 2025. Ia juga menyebut pernah ada anggota DPRD Natuna yang datang melihat kondisi asrama secara langsung.
“Proposal pernah diajukan pada 2024, kemudian 2025 juga ada. Kemarin ada anggota DPRD yang datang ke sini,” ungkap Aris.
Dalam kunjungan tersebut, kata Aris, mahasiswa mendapat informasi bahwa pengajuan bantuan memungkinkan untuk direalisasikan pada akhir 2025.
“Dari tanggapan beliau waktu itu, katanya bisa diajukan dan bisa dicairkan akhir 2025. Tapi sampai sekarang belum ada,” katanya.
Pernyataan tersebut merupakan keterangan dari pihak mahasiswa. Untuk memastikan status proposal, proses penganggaran, serta rencana perbaikan asrama, Pemerintah Kabupaten Natuna perlu memberikan penjelasan resmi kepada publik.
Bagi mahasiswa, persoalan asrama bukan sekadar mengenai tampilan bangunan. Kondisi sejumlah fasilitas disebut mulai berdampak terhadap aktivitas mereka, termasuk kegiatan belajar.
Aris mengatakan jaringan listrik di dalam asrama sudah mengalami kerusakan pada sejumlah bagian. Selain itu, beberapa kamar mengalami kebocoran yang membuat mahasiswa kesulitan ketika hujan turun.
“Jaringan listrik yang ada di asrama ini sudah banyak yang putus dan membutuhkan renovasi aliran listrik di dalam asrama. Banyak kamar juga yang bocor. Kalau hujan, aktivitas belajar kami sedikit terganggu,” jelasnya.
Menurut mahasiswa, kondisi tersebut seharusnya mendapat perhatian melalui pemeliharaan dan perawatan secara berkala. Mereka tidak hanya berharap renovasi besar dilakukan ketika kerusakan sudah parah, tetapi juga adanya perawatan rutin untuk mencegah kerusakan semakin meluas.
Bagi Aris dan mahasiswa lainnya, asrama tersebut memiliki nilai penting. Keberadaannya menjadi salah satu fasilitas yang dapat membantu mahasiswa Natuna yang melanjutkan pendidikan di Pontianak agar tidak terbebani biaya tempat tinggal.
Karena itu, mereka berharap pemerintah daerah memberikan perhatian yang sama terhadap fasilitas mahasiswa Natuna di Pontianak sebagaimana fasilitas mahasiswa Natuna di daerah lainnya.
“Kami sudah menyampaikan suara mahasiswa. Kami berharap pemerintah melihat asrama kami ini. Kami juga dari Natuna, jadi berharap ada perhatian dan perawatan untuk asrama Natuna Pontianak,” ujarnya.
Aris berharap perawatan dapat dilakukan secara rutin, misalnya melalui pengecatan ruangan, perbaikan jaringan listrik, perbaikan atap dan kamar yang bocor, serta pembenahan fasilitas lainnya.
“Kami berharap setahun sekali ada perawatan atau renovasi. Kalau bisa enam bulan sekali, seperti pengecatan ruangan, perbaikan listrik dan fasilitas lainnya,” harapnya.
Mahasiswa tidak ingin kondisi asrama terus memburuk hingga akhirnya kehilangan fungsi sebagaimana tujuan awal pembangunannya.
Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Natuna dapat melihat secara langsung kondisi asrama dan mengambil langkah nyata sesuai kewenangan serta kemampuan anggaran daerah.
“Kami berharap pemerintah bisa melihat keadaan asrama kami di Pontianak seperti apa. Semoga ada perbaikan ke depannya supaya asrama Natuna Pontianak ini lebih bagus,” tutur Aris.
Menurutnya, pembenahan asrama bukan hanya untuk mahasiswa yang saat ini tinggal di sana, tetapi juga untuk generasi mahasiswa Natuna yang akan datang.
Dengan fasilitas yang layak, mahasiswa baru asal Natuna yang menempuh pendidikan di Pontianak diharapkan dapat memanfaatkan asrama sebagai tempat tinggal yang aman dan nyaman tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa kamar kos.
“Semoga ke depannya lebih bagus dan mahasiswa berikutnya bisa nyaman tinggal di asrama Natuna ini, sehingga tidak perlu kos,” pungkasnya.
Kini, para mahasiswa hanya berharap satu hal: asrama yang dibangun untuk menjadi rumah bagi mahasiswa Natuna tersebut tidak dibiarkan kehilangan fungsinya karena minimnya perawatan.
Hingga berita ini disusun, keterangan mengenai status proposal, rencana anggaran, dan program pemeliharaan Asrama Mahasiswa Putra Natuna di Pontianak masih memerlukan konfirmasi dari Pemerintah Kabupaten Natuna dan pihak terkait.
Laporan (Iskandar)












