Amarah Pengusaha Batam Meledak: Mati Listrik Seharian, Internet Lumpuh, Karyawan Dipulangkan dan Kerugian Melambung!

Avatar photo
ilustrasi blackout Batam

Bataminfo.co.id, Batam— Gelombang kekecewaan dan amarah mendalam membuncah di kalangan pelaku usaha Kota Batam. Langkah PT PLN Batam yang memadamkan aliran listrik secara sepihak hingga seharian penuh pada Senin (12/10/2026) melumpuhkan sendi-sendi perekonomian lokal. Tidak hanya merusak bahan baku usaha, pemadaman mendadak ini memaksa sejumlah perusahaan memulangkan karyawannya lebih awal, memicu kerugian finansial yang tak terhitung jumlahnya.

Salah seorang pengusaha lokal, Doni, tak mampu lagi membendung kekesalannya atas ketidakjelasan pelayanan dan ketidakadilan perlakuan yang dirasakan para pelaku usaha.

“Kalau masyarakat yang terlambat bayar langsung kena putus, ini mati seharian, internet mati, putus juga!” ungkap Doni dengan nada tegas dan penuh kekecewaan, Senin (12/10/2026).

Doni menumpahkan amarahnya saat menyaksikan usahanya lumpuh total. Kerusakan fisik pada barang dagangan tak lagi terhindarkan akibat terhentinya pasokan daya pendingin.

“Ini daging, ikan, dan sayur dalam kulkas sudah pasti rusak!” tambahnya gusar.

Operasional Lumpuh Total ini juga berdampak buruk pemadaman ini merembet cepat bak efek domino. Selain rusaknya stok bahan makanan dan terputusnya jaringan komunikasi, proses produksi dan layanan bisnis di berbagai wilayah Batam mendadak mati suri.

Tanpa pasokan listrik dan koneksi internet, aktivitas kerja tak mungkin dilanjutkan. Para pengusaha terpaksa mengambil keputusan pahit untuk memulangkan karyawan mereka sebelum jam kerja berakhir.

Langkah pemulangan karyawan secara mendadak ini otomatis memangkas target produksi bulanan, menggagalkan berbagai transaksi bisnis penting, serta merusak komitmen dengan klien.

Para pelaku usaha mengecam keras keandalan layanan PLN Batam. Mereka menilai perlakuan yang diterapkan sangat berbanding terbalik: sangat tegas menindak keterlambatan pembayaran konsumen, namun terkesan abai dan tidak bertanggung jawab saat terjadi gangguan besar yang merugikan publik dan dunia usaha.

Hingga berita ini diturunkan, para pengusaha mendesak PLN Batam untuk memberikan penjelasan resmi serta kompensasi konkret atas kerugian besar yang harus mereka pikul.