BREAKINGNEWS: PLN Batam Kembali Buat Warga Geram, Sejumlah Wilayah di Kota Batam Blackout Lagi ‎

Avatar photo
ilustrasi blackout Batam

‎Bataminfo.co.id,Batam- Klaim PT PLN Batam yang menyatakan aliran listrik di wilayah Batam telah kembali pulih dan normal sepenuhnya berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan. Hingga hari ini, pemadaman listrik secara sepihak masih terus melanda sejumlah pemukiman warga, memicu gelombang kemarahan dan kritik pedas dari masyarakat yang merasa dibohongi oleh janji manis manajemen BUMN tersebut.
‎
‎Ketidakselarasan antara narasi publik PLN dan fakta di lapangan ini dinilai masyarakat sebagai wujud buruknya komunikasi serta tidak profesionalnya pelayanan daya listrik di Kota Batam. Sebelumnya, sempat beredar informasi mengenai skema pemadaman bergilir per enam jam yang oleh pihak-pihak tertentu disebut sebagai kabar bohong (hoax). Namun, berulang kalinya aliran listrik mati justru membuktikan bahwa kekhawatiran warga nyata terjadi.
‎
‎Hana, salah seorang warga Baloi, tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya saat kediamannya kembali gelap gulita tanpa pemberitahuan resmi.
‎
‎”Katanya cuma hoax mati lampu per enam jam, nah ini mati lagi!” ujar Hana dengan nada geram saat ditemui, Selasa (13/10/2026).
‎
‎Menurut Hana, dampak pemadaman yang mendadak dan tanpa kejelasan jadwal ini sangat merugikan aktivitas sehari-hari keluarganya, terutama anak-anak yang tengah membutuhkan akses internet dan listrik untuk kegiatan belajar interaktif.
‎
‎”Anak-anak juga mau daring, ini Zoom terkendala,” lanjutnya penuh keluh kesah.
‎
‎Manajemen Buruk dan Minim Transparansi
‎Kondisi ini memicu kritik keras dari berbagai pihak yang menilai PLN Batam terkesan defensif dan enggan mengakui krisis pasokan daya secara transparan.
‎
‎ Daripada sibuk membantah isu di media sosial, PLN Batam didesak untuk fokus memperbaiki keandalan infrastruktur dan memberikan informasi pemadaman secara jujur serta akurat agar masyarakat bisa melakukan antisipasi.
‎
‎Gangguan listrik yang terus berulang tak hanya melumpuhkan kegiatan sektor domestik dan pendidikan anak sekolah, tetapi juga mengancam produktivitas usaha kecil dan menengah (UKM) di Batam. Masyarakat kini mempertanyakan komitmen PLN Batam dalam memberikan pelayanan prima, mengingat tarif listrik yang dibayarkan konsumen selalu menuntut standar keandalan yang tinggi.
‎
‎Masyarakat mendesak jajaran manajemen PLN Batam untuk segera turun ke lapangan, mengevaluasi total kinerja teknis, dan memberikan kejelasan solusi nyata—bukan sekadar imbauan atau bantahan yang bertolak belakang dengan kenyataan pahit yang dialami warga.
‎
‎