PLN Batam dan Pemko Gagal Total! Batam Lumpuh dari Pagi Hingga Malam

Avatar photo
Fot: Warga Batam memilih ke Mall k square untuk menyejukkan diri dampak dari mati lampu dari pagi hingga malam. Ket foto: Arsip (BI)

Bataminfo.co.id, Batam— Suasana mencekam dan kelumpuhan total menyelimuti Kota Batam sejak Senin pagi. Pemadaman listrik massal (blackout) secara mendadak melanda hampir seluruh penjuru wilayah sejak pukul 06.30 WIB hingga malam hari ini. Kegagalan sistem fatal dari PT PLN Batam ini tak hanya menghentikan pasokan daya, tetapi secara tragis merobohkan urat nadi perekonomian kota industri dan perdagangan internasional ini dalam sekejap.

Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan PLN Batam dinilai gagap serta lamban dalam menangani krisis mendasar ini. Ketidakmampuan menjaga keandalan infrastruktur vital nasional di kawasan strategis tersebut memaksa roda perekonomian Batam berhenti berputar secara ekstrem, menyisakan deretan kerugian fantastis dan melumpuhkan aktivitas publik.

Implikasi dari blackout panjang ini dirasakan sangat destruktif. Di sektor keuangan dan perbankan, transaksi mendadak lumpuh total akibat matinya jaringan server dan mesin-mesin ATM. Tidak berputarnya uang tunai maupun digital selama seharian penuh ini memicu terjadinya kerugian negara dan daerah yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah akibat terhentinya perputaran arus kas bisnis serta pendapatan pajak daerah.

Sektor riil pun merana. Ratusan toko ritel, minimarket, hingga pusat perbelanjaan terpaksa gulung tikar lebih awal dan menutup pintu rapat-rapt. Pemilik usaha tidak mampu menjalankan sistem kasir, sementara stok barang dingin terancam rusak.

“Kondisi ini benar-benar bencana bagi dunia usaha. Tidak ada transaksi yang bisa jalan, mesin kasir mati, jaringan perbankan error. Batam seperti kota mati,” keluh salah seorang pelaku usaha ritel di kawasan Nagoya dengan nada frustrasi.

Perkantoran Lumpuh, Karyawan Dipulangkan Masal
Pemadaman listrik sejak pagi bertepatan dengan dimulainya jam kerja kantor. Hasil pemantauan langsung di lapangan menunjukkan pemandangan memprihatinkan: pusat-pusat perkantoran, kawasan industri, hingga pelayanan publik mati angin dan gelap gulita.

Tanpa adanya daya cadangan yang memadai, ribuan karyawan terpaksa dipulangkan lebih awal oleh pihak manajemen karena fasilitas kerja, AC, dan perangkat komputer tidak dapat beroperasi. Jalan-jalan utama mendadak dipenuhi gelombang pekerja yang pulang sebelum waktunya dengan rasa kecewa.

Dampak pemadaman yang kian menyengat membuat ribuan warga mencari perlindungan dari hawa panas yang membakar. K-Square Mall sempat menjadi tujuan tumpuan ribuan warga yang berharap bisa “mengademkan diri” dan mencari tempat berlidung.

Namun, harapan masyarakat pupus seketika. Sistem pendingin udara (air conditioner) di Mall K-Square rupanya turut mati total akibat kehabisan daya cadangan. Gedung megah tersebut berubah menjadi “oven raksasa” yang pengap dan gerah. Banyak tenant dan toko di dalam mall akhirnya memilih menyerah dan menutup gerai mereka karena suasana tidak kondusif dan nihil pembeli.

Sikap PLN Batam yang hingga berita ini diturunkan belum mampu memulihkan sistem kelistrikan menuai kecaman hebat dari berbagai kalangan masyarakat dan pelaku usaha. Batam yang selama ini digaungkan sebagai kota tujuan investasi modern dan ramah bisnis, justru memperlihatkan rapuhnya ketahanan energi dasar.

Kepemimpinan Pemko Batam juga dihujani kritik tajam karena dinilai tidak memiliki mitilasi krisis (crisis management) yang jelas saat infrastruktur vital kota ambruk. Publik menuntut pertanggungjawaban konkret atas kerugian ekonomi raksasa yang harus ditanggung oleh rakyat dan dunia usaha akibat pemadaman berjam-jam ini.

Sampai berita ini diturunkan pada malam hari, sebagian besar wilayah Batam masih diselimuti kegelapan malam, sementara warga hanya bisa menunggu dalam kepastian yang serba gelap.