Bupati Karimun Fokus Jaga Pasokan dan Harga Beras

Avatar photo

Karimun,Bataminfo.co.id – Bupati Karimun menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) Kabupaten Karimun, Rabu (9/9/2026).

Kepengurusan DPC PERPADI Karimun dipimpin Ahmad Suhartoni Damanik, S.I.Kom. Prosesi pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua DPD PERPADI Provinsi Kepulauan Riau, Syamsul, S.H.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karimun menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap PERPADI dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pasokan sekaligus stabilitas harga beras di Kabupaten Karimun.

Menurutnya, beras merupakan salah satu komoditas utama yang turut memengaruhi laju inflasi daerah. Saat ini, kebutuhan beras di Kabupaten Karimun mencapai sekitar 2.160 ton per bulan, termasuk untuk memenuhi kebutuhan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

“Kebutuhan beras kita sangat besar. Pengalaman sebelumnya menunjukkan jika alur transportasi dan distribusi logistik barang tersendat, harga beras berpotensi naik dan memicu inflasi. Oleh karena itu, sinergi antara PERPADI dan Pemkab Karimun sangat krusial untuk menekan harga beras dan menjaga kelancaran distribusi,” ujar Bupati.

Selain menjaga stabilitas pasokan, Bupati juga mendorong pengembangan budidaya padi di Karimun. Meski merupakan daerah kepulauan dengan tantangan biaya produksi dan distribusi, sejumlah wilayah seperti Moro dan Kundur Barat dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sentra pertanian padi.

Ia meyakini pemanfaatan teknologi pertanian yang tepat dapat meningkatkan produktivitas lahan. Bahkan, satu hektare lahan berpotensi menghasilkan sekitar 7 hingga 8 ton padi.

“Walaupun wilayah kita kepulauan dan secara kalkulasi pembiayaan awal belum sepenuhnya menguntungkan, kita harus terus mencoba dan mendorong budidaya padi ini. Mungkin dengan sentuhan teknologi pertanian yang tepat, lahan satu hektare bisa menghasilkan 7 sampai 8 ton. Daripada tanah ditumbuhi lalang, lebih baik dijadikan lahan produktif menanam padi,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian, Pemkab Karimun juga berencana mengalokasikan anggaran bantuan untuk petani. Salah satunya berupa bantuan pupuk yang diproyeksikan mencapai lebih dari Rp5 miliar pada tahun depan.

Selain bantuan sarana produksi, pemerintah daerah juga akan mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) petani agar mampu mengembangkan pertanian secara lebih produktif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua DPC PERPADI Kabupaten Karimun Ahmad Suhartoni Damanik menyatakan kesiapan organisasinya untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan petani lokal.

“Langkah awal kita adalah menyiapkan SDM dan mengedukasi masyarakat agar lebih mengenal budidaya padi. Kami siap berkolaborasi untuk menyukseskan program swasembada pangan yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan PERPADI di Kabupaten Karimun dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat sektor pangan, mulai dari produksi, penggilingan hingga distribusi beras kepada masyarakat.