Bintan–Klaten Perkuat Kemitraan UMKM, Buka Jalan Produk Lokal Tembus Pasar Lebih Luas

Avatar photo

Bataminfo.co.id, Bintan – Upaya memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bintan. Kali ini, Pemkab Bintan menggandeng Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, untuk membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk UMKM dari kedua daerah.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Ruang Rapat 2 Kantor Bupati Bintan, Senin (31/8/2026). Penandatanganan itu sekaligus menjadi bagian dari kunjungan kerja Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo ke Kabupaten Bintan.

Kemitraan antardaerah ini diarahkan pada sejumlah sektor strategis, mulai dari pengembangan produk, peningkatan kapasitas pelaku usaha, promosi, hingga perluasan jaringan pemasaran UMKM.

Bupati Bintan Roby Kurniawan mengatakan, UMKM memiliki posisi penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Tidak hanya berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi, UMKM juga menjadi salah satu sektor yang mampu membuka lapangan pekerjaan dan mendorong kemandirian masyarakat.

“Di Kabupaten Bintan, kami terus mendorong agar UMKM tidak sekadar bertahan, tetapi mampu naik kelas, berkembang, memperluas pasar, dan memiliki daya saing,” ujar Roby.

Menurutnya, perjalanan UMKM untuk naik kelas masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Di antaranya akses pembiayaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, kualitas serta kemasan produk, pemasaran, digitalisasi hingga keterbatasan akses terhadap pasar yang lebih luas.

Karena itu, Pemkab Bintan bersama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bintan telah menjalankan program subsidi bunga bagi pelaku usaha mikro sejak 2022.

Hingga 2026, program tersebut telah mendapat dukungan anggaran dari APBD sebesar Rp6,05 miliar dan telah membantu lebih dari 1.000 pelaku usaha mikro dalam mengembangkan usahanya.

“Program ini juga akan kita lanjutkan pada 2027,” kata Roby.

Tak hanya dari sisi pembiayaan, Pemkab Bintan juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM. Langkah tersebut dilakukan agar produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki kualitas yang baik, tetapi juga didukung kemampuan pengelolaan usaha yang profesional serta strategi pemasaran yang mampu menjangkau konsumen lebih luas.

Roby menilai kerja sama dengan Pemkab Klaten tidak boleh berhenti sebatas seremoni penandatanganan dokumen. Menurutnya, PKS tersebut harus menjadi pintu masuk bagi lahirnya program konkret yang memberikan dampak langsung kepada pelaku UMKM.

“Kita dapat saling belajar dan saling menguatkan. Kita dapat membuka ruang untuk pertukaran informasi, peningkatan kapasitas, pengembangan produk, promosi, pemasaran, serta perluasan jejaring kemitraan UMKM,” ujarnya.

Ia berharap produk-produk unggulan Bintan nantinya tidak hanya berputar di pasar lokal, tetapi mampu mendapatkan tempat di Kabupaten Klaten dan wilayah lainnya.

Sebaliknya, produk UMKM asal Klaten juga diharapkan dapat masuk dan berkembang di pasar Bintan.

“Setelah penandatanganan ini akan segera ada tindak lanjut dalam bentuk program dan kegiatan konkret, sehingga manfaat kerja sama dapat dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM di Kabupaten Bintan maupun Kabupaten Klaten,” tegas Roby.

Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyambut baik terjalinnya kerja sama antarkedua daerah tersebut.

Menurutnya, kemitraan Bintan dan Klaten dapat menjadi momentum untuk memperkuat UMKM, memperluas jejaring pemasaran, sekaligus mendorong produk unggulan dari masing-masing daerah agar semakin kompetitif.

Kerja sama tersebut pada akhirnya diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antarpemerintah daerah, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih nyata bagi masyarakat.

Dengan terbukanya akses pasar dan jejaring baru, UMKM Bintan dan Klaten diharapkan semakin kuat, mandiri, inovatif, serta mampu bersaing menembus pasar yang lebih luas.

(Budi)