Bataminfo.co.id, Natuna – Sejumlah pengemudi truk di Kabupaten Natuna mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi. Kelangkaan ini terjadi di tengah masifnya aktivitas proyek pembangunan, sehingga berdampak serius pada kelancaran operasional kendaraan logistik yang bergantung pada bahan bakar tersebut.
Salah seorang sopir truk, Dullah, mengaku tidak mengetahui pasti apa penyebab seretnya pasokan solar subsidi tersebut. Namun berdasarkan pengalamannya, solar subsidi kini hanya tersedia pada hari dan jam tertentu saja.
”Kalau penyebab pastinya saya tidak tahu. Yang jelas, solar biasanya baru ada hari Sabtu dan Minggu. Hari-hari lain sering kosong. Itu pun biasanya baru tersedia sekitar jam tiga sore,” ujar Dullah saat ditemui di sela-sela antrean solar, Senin (8/6/2026).
Menurut Dullah, kondisi ini sangat berbeda dari sebelumnya di mana pasokan solar subsidi selalu berjalan lancar. Ia menduga pembatasan ini berkaitan erat dengan adanya proyek pembangunan besar di Natuna yang membutuhkan banyak armada angkutan.
Terkait harga, Dullah menjelaskan bahwa ia membeli solar subsidi sesuai tarif resmi, yakni Rp6.800 per liter.
”Kami biasanya langsung isi penuh tangki sekitar 80 liter. Harganya Rp6.800 per liter. Begitu selesai isi langsung bayar, jadi tidak terlalu memperhatikan total rinciannya lagi,” tambahnya.
Para sopir truk di Natuna berharap pemerintah dan pihak terkait segera menormalisasi pasokan solar subsidi. Kelancaran distribusi BBM dinilai sangat krusial agar aktivitas transportasi dan distribusi barang di wilayah kepulauan tersebut tidak lumpuh total.
Laporan: (Is)












