Bataminfo.co.id, Batam – Kabut duka menyelimuti institusi Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri). Seorang putra terbaik bangsa, Bripda Natanael Simanungkalit, ditemukan tewas mengenaskan di Mess Bintara Remaja Polda Kepri. Kematian bintara muda angkatan 2025 ini menyisakan luka mendalam sekaligus kemarahan publik setelah muncul dugaan kuat bahwa ia menjadi korban kekerasan brutal oleh oknum seniornya sendiri.
Suasana markas yang seharusnya menjadi tempat pengabdian suci berubah mencekam saat tubuh kaku Natanael ditemukan tak bernyawa. Tangis histeris keluarga pecah saat mengetahui putra kebanggaan pasangan Royamser Simanungkalit dan Rosdewi Br Napitupulu itu harus pulang dalam peti mati sebelum sempat menuntaskan masa baktinya yang baru seumur jagung.
Dugaan penganiayaan mencuat tajam setelah ditemukan sejumlah tanda-tanda kekerasan yang tidak wajar pada jasad korban. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat luka lebam yang sangat kontras di beberapa bagian tubuh, terutama di area punggung, yang mengindikasikan adanya hantaman benda tumpul atau serangan fisik yang masif.
”Ini bukan sekadar kematian biasa. Kondisi tubuh korban menunjukkan adanya penderitaan hebat sebelum menghembuskan napas terakhir,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Ironisnya, laporan sementara menyebutkan bahwa pelaku di balik aksi keji ini diduga melibatkan sekitar lima orang oknum senior.
Sementara itu, atas peristiwa ini, Polda Kepri melalui Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Dr. Nona Pricillia Ohei menyampaikan bahwa pihaknya turut berduka cita atas peristiwa yang terjadi.
”Bapak Kapolda Kepri turut berduka atas peristiwa ini. Beliau juga sudah memerintahkan Kabidpropam dan Dirreskrimum untuk melakukan proses hukum secara tuntas,” ungkap Kombes Pol Dr. Nona Pricillia Ohei saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (14/4/2026).
Kombes Pol Dr. Nona Pricillia Ohei menegaskan bahwa Polda Kepri tidak akan mentolerir sekecil apapun. Dan saat ini, korban telah berada di RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi.
”Untuk motif, belum dapat diketahui apakah pengeroyokan atau tidak. Namun, beberapa personil sudah diamankan dan dalam proses pemeriksaan,” pungkasnya
Menanti Keadilan di Ujung Seragam
Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi reformasi internal Polri. Publik kini menanti ketegasan Kapolda Kepri untuk mengusut tuntas kasus ini tanpa ada yang ditutup-tupi. Hilangnya nyawa Bripda Natanael bukan hanya duka bagi keluarga Simanungkalit, melainkan duka bagi rasa kemanusiaan di dalam institusi penegak hukum.
Masyarakat kini mendesak agar para pelaku tidak hanya dijatuhi sanksi etik, tetapi juga dijerat dengan hukum pidana seberat-beratnya atas tindakan tidak manusiawi yang telah merenggut paksa masa depan seorang polisi muda.
Nyawa Bripda Natanael Melayang, Diduga Dihabisi Oknum Senior secara Keji











