Bataminfo.co.id, Batam – Warga protes tumpukan limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) yang menumpuk di samping SD 002 Batu Ampar, Kota Batam.
Tumpukan limbah yang diduga berasal dari bahan material bekas copper slag bekas blasting itu hingga kini belum juga diketahui dari mana asalnya.
Dari pantauan Tim Redaksi Bataminfo, tampak limbah beracun tersebut dibungkus dalam karung goni yang berukuran besar. Tampak di karung tersebut bertuliskan; Netto: 2000 kgs, Content: Copper Slag Indonesia.
Selain itu, ada pula karung lainnya yang bertuliskan; Semen Conch. Sehingga, limbah B3 jenis copper slag tersebut diduga merupakan bekas blasting yang seolah sengaja dibuang oleh oknum tak bertanjungjawab.
Seorang wanita yang merupakan warga setempat, kepada Bataminfo, mengatakan, warga sempat ribut akibat adanya limbah B3 tersebut.
“Limbah yang hitam itu, iya udah dari kemarin-kemarin ada di situ. Itu kemarin sempat ribut juga warga sini soal limbah itu lah. Banyak yang protes. Tapi kurang tahu dari mana itu limbahnya,” ujarnya, Rabu, (14/5/25).
Limbah hitam seperti pasir itu hingga kini masih terbentang puluhan meter di pemukiman warga. Sebagian warga cemas , limbah tersebut sewaktu-waktu akan terbawa air ke rumah warga.
Dalam ketidaktahuannya, warga Sei Tering II, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kota Batam berharap, limbah tersebut tak lagi menumpuk di lokasi itu, karena berpotensi membahayakan warga.











