Selama Ramadhan, BPOM Batam Temukan 1241 Produk Tidak Memenuhi Ketentuan

Avatar photo
Kepala BPOM Provinsi Kepri,Yosef Dwi Irwan. Foto : nio/BI

Bataminfo.co.id, Batam – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Batam melakukan intensifikasi pengawasan pangan selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2020.

Hal ini dilakukan untuk melindungi konsumen atau masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK).

Hasilnya petugas BPOM masih menemukan pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan (TMK) beredar di lapangan.

“Kalau dibandingkan dari tahun sebelumnya, temuan sarana distribusi (TMK) mengalami penurunan, mungkin dikarenakan adanya wabah virus corona,” ungkap Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irwan, Kamis (21/05/2020).

Dari 53 barang pangan yang diperiksa, terdapat 83,02% sarana distribusi (TMK) karena menjual pangan rusak, pangan kedaluwarsa, maupun pangan tanpa ijin edar.

Ia menjelaskan, penurunan jumlah temuan produk TMK ini berimbas juga pada penurunan besaran nilai ekonomi temuan.

“Jumlah total temuan produk pangan TMK sebanyak 74 item 1.242 pieces dengan total nilai ekonomi mencapai Rp 46.007.500 juta selama 2020,” tambah dia.

Dimana pada tahun 2019, jumlah sarana distribusi diperiksa ada 90 dan yang memenuhi ketentuan ada 64 atau bekisar 71,11 %. Sedangkan untuk TMK ada 26 distribusi pangan yang diperiksa atau bekisar 28,29 %

Kata dia, memang secara trend terjadi penurunan temuan, namun data ini hanya berdasarkan pengawasan yang di lakukan di Kota Batam karena dampak pandemi COVID-19.

“Jika tak ada COVID-19 maka pihaknya melakukan pengawasan di seluruh Kepulauan Riau,” bebernya.

Selama Ramdhan, lanjutnya, pihaknya turun ke distributor yang ada di Batam serta takjil dan hasilnya 157 sampel tidak ada ditemukan kandungan yang formalin dan memenuhi syarat.

“Ini hanya di Batam dilakukan pengawasan, dan tidak ditemukan yang melanggar. Kita turun ke lapangan tetap menggunakan protokol kesehatan,” kata Yosef.

Yosef berharap, Pandemi Covid-19 cepat berakhir dan semua aktivitas dibidang pangan bisa berjalan seperti sedia kala. (nio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *