Resmi Nahkodai PKTM Batam, Asiong Tekankan Kebersamaan dan Solidaritas

Avatar photo

Bataminfo.co.id, Batam – Perkumpulan Keluarga Tionghoa Meranti (PKTM) Batam merayakan dua momentum sekaligus pada Kamis, 18 September 2025 di Hotel Pacific Palace Batam.

Dalam kesempatan yang sama, PKTM menggelar perayaan ulang tahun ke-10 sekaligus menjadi momentum pelantikan Hasnan alias Asiong sebagai Ketua PKTM periode 2025–2030, menggantikan Kasman yang kini menjabat sebagai Ketua Pembina.

Asiong dalam sambutannya menyatakan komitmennya untuk membawa PKTM menjadi organisasi yang lebih aktif dalam memberikan kontribusi sosial, khususnya di wilayah Batam dan Kepulauan Riau.

“Sepuluh tahun bukan waktu singkat. Kami akan menatap masa depan yang lebih baik agar PKTM semakin bermanfaat,” ujar Asiong di hadapan para undangan.

Selanjutnya, Mantan Ketua PKTM, Kasman, dalam pesannya mengingatkan pentingnya menjaga jati diri masyarakat Meranti, yang dikenal dengan nilai-nilai kesederhanaan dan kebersamaan.

“Meranti adalah tanah yang bersahaja. Dari sanalah kita belajar kesederhanaan, kebersamaan, dan keteguhan,” katanya.

Acara tersebut dihadiri oleh 138 meja tamu undangan, termasuk sejumlah tokoh penting seperti Dr. Surya Respationo dan anggota DPRD Kepri, Asmin Patros.

Kehadiran para tokoh tersebut mencerminkan eksistensi PKTM sebagai organisasi yang telah memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh anggotanya untuk terus menjaga kekompakan dan melestarikan budaya Meranti.

Sebelumnya, Asiong kepada media mengungkapkan bahwa, Ia terpilih secara aklamasi untuk memimpin organisasi ini. Pemilihan berlangsung dalam musyawarah besar PKTM pada Maret kemarin.

“Saya merupakan ketua kedua setelah Pak Kasman yang menjabat selama 10 tahun,” ujarnya, Selasa (16/9) lalu.

Kata dia, organisasi ini bertujuan meningkatkan kepedulian sosial warga Tionghoa Meranti yang tinggal di Kota Batam, dan sebagai wadah pembinaan anggota, wadah penyalur aspirasi, memelihara dan meningkatkan budaya serta adat istiadat masyarakat Tionghoa pada umumnya, khususnya masyarakat Tionghoa Meranti.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan sosial tersebut nantinya diperuntukkan bagi masyarakat serta anggota yang mendapatkan musibah atau kurang mampu.

“Saya memiliki program sosial, kegiatan sosial itu bukan hal yang ringan, dan tidak ada keuntungan materi yang didapat,” kata pria yang juga menjabat Ketua Yayasan Sosial Bakti Nusantara Batam.

Selain itu, dia juga akan mendirikan klinik yang guru pengobatan atau sinshe didatangkan langsung dari Tiongkok.

Sinshe ini memiliki pengalaman mengobati selama 30 tahun.”Seperti program di rumah duka, ada yang meninggal, kita iuran. Atau ada yang sakit, kita lihat seperti apa, jadi dari kita ke kita,” ungkapnya.

Asiong berharap, dengan kepemimpinannya selama 5 tahun nanti, keluarga PKTM Kota Batam bisa terus berpartisipasi baik materi maupun tenaga untuk bahu membahu mendukung prorgam pemerintah dalam memberantas kemiskinan dan memajukan masyarakat Indonesia.

“Tanpa kebersamaan dan solidaritas, tidak mungkin kekuatan sosial terbentuk. Mari kita songsong masa depan dengan komitman yang teguh dan semangat yang baru,” ucapnya.